BEM FEB UNRI Tanam 40 Bibit Pohon dan Berdayakan Teh Daun Sawit di Desa Suak Temanggung

datariau.com
415 view
BEM FEB UNRI Tanam 40 Bibit Pohon dan Berdayakan Teh Daun Sawit di Desa Suak Temanggung

ROHIL, datariau.com - Satu bulan telah berlalu sejak mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau (FEB UNRI) menjejakkan kaki di Desa Suak Temanggung, Kecamatan Pekaitan, Rokan Hilir. Namun semangat pengabdian yang mereka bawa dalam program Samudera Asa 2025 masih membekas, baik di hati warga maupun dalam ingatan para peserta.

Digelar pada 27 Juni hingga 3 Juli 2025, Samudera Asa menjadi ruang kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam membangun desa dari akar. Salah satu kegiatan utamanya, ASA Menanam, berlangsung pada Minggu, 29 Juni, dan menjadi momen simbolis sekaligus konkret. Sebanyak 40 bibit pohon jengkol, manggis, petai, dan mangga ditanam di sekitar kantor desa dan pekarangan rumah warga.

Penghijauan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Bagi mahasiswa, itu adalah simbol dari harapan yang ditanam. Bagi masyarakat, itu adalah warisan hijau yang kelak dinikmati generasi berikutnya. Dengan semangat “4 Jenis Pohon, 1 Semangat: Menghijaukan Suak Temanggung”, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian lintas generasi.

Tak berhenti pada penghijauan, BEM FEB UNRI juga memperkenalkan inovasi pengolahan teh daun sawit, sebuah potensi lokal yang belum banyak diketahui. Bersama kader PKK, mahasiswa mengajarkan cara memanfaatkan daun muda kelapa sawit menjadi teh herbal yang kaya manfaat. Teh ini diketahui dapat meningkatkan pencernaan, menurunkan risiko penyakit jantung, serta bersifat antidiabetes.



Melalui proses sederhana seperti pencucian, penjemuran, hingga penyangraian, warga diajak untuk melihat bahwa sumber daya yang selama ini dianggap limbah bisa menjadi produk minuman fungsional yang sehat dan bernilai ekonomi. Antusiasme warga terhadap pelatihan ini menjadi pertanda bahwa inovasi tersebut memiliki masa depan, setidaknya sebagai pemantik ide usaha berbasis desa.

Kini, setelah satu bulan berlalu, kegiatan Samudera Asa 2025 dikenang sebagai salah satu pengabdian yang tak hanya membawa perubahan sementara, tetapi juga meninggalkan benih perubahan jangka panjang. Bibit pohon mulai bertunas, dan warga mulai terbiasa menyeduh teh dari sumber daya sendiri.

Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian bukan hanya tentang hadir sesaat, melainkan tentang membangun bersama, belajar bersama, dan menyemai keberlanjutan. Samudera Asa 2025 meninggalkan jejak, bukan hanya di tanah yang digali, tetapi juga dalam semangat kolaborasi antara kampus dan desa. ***

Ditulis oleh: Fuad Fadhillah (Mahasiswa Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Riau/Kepala Dinas Komifo BEM FEB UNRI 2025)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)