DATARIAU.COM - Bagi sebagian orang yang mengunjungi Kota Madinah pada hari-hari yang biasa diperingati sebagai Maulid Nabi, timbul rasa heran karena tidak ditemukannya tanda-tanda atau perayaan khusus di kota tempat Rasulullah ﷺ hidup dan dimakamkan.
Dalam sebuah ceramah, Syaikh Abdurrazzaq al-Badr membagikan pengalamannya saat didatangi seorang pengunjung di Madinah yang menyampaikan keheranannya tersebut. Pengunjung itu bertanya mengapa Madinah--sebagai kota yang paling berhak menyambut atau merayakan kelahiran Nabi ﷺ--justru tidak menggelar acara perayaan Maulid.
Baca juga:Sejarah Maulid Nabi: Tradisi yang Tidak Dikenal di Zaman Imam 4 Madzhab
Alasan Utama: Kecintaan yang Sejati
Syaikh Abdurrazzaq menjelaskan bahwa alasan utama mengapa di Madinah tidak ada perayaan Maulid Nabi adalah karena penduduk dan para ulama di sana sangat mencintai Nabi Muhammad ﷺ.
Wujud kecintaan yang tulus dan sejati kepada Rasulullah ﷺ tidak dimanifestasikan dalam bentuk amalan atau perayaan yang diada-adakan (bid'ah) dalam agama, melainkan ditunjukkan dengan meneladani dan mengikuti ajaran beliau (ittiba').
Baca juga:Merayakan Hari Kelahiran Rasulullah, Adakah Dalilnya?
Mendidik Diri Melalui Teladan Para Sahabat
Syaikh memberikan argumen dan bukti mendasar mengenai hakikat cinta kepada Nabi:
1. Cinta para sahabat adalah yang paling tulus:
Tidak ada orang yang kecintaannya kepada Nabi ﷺ melebihi kecintaan para sahabat seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, serta para Tabi'in.
2. Para sahabat tidak pernah merayakannya:
Meskipun memiliki rasa cinta terbesar kepada Nabi ﷺ, seluruh generasi sahabat dan tabi'in tidak pernah menyelenggarakan perayaan Maulid Nabi.
3. Kemunculan Peringatan Perayaan:
Perayaan-perayaan tersebut baru muncul di tengah umat Islam pada abad-abad belakangan (sekitar abad ke-3 Hijriah).
Baca juga:Sejarah Maulid Nabi Tertulis dalam Wikipedia: Dimulai Daulah Fatimiyah Syiah di Mesir
Menjaga Kemurnian Ajaran
Jika perayaan Maulid merupakan suatu bentuk kebaikan yang diridhai Allah Subahanahu wa ta'ala, tentu para sahabat adalah orang-orang yang paling pertama melakukannya.
Tidak digelarnya perayaan tersebut di Kota Madinah justru menunjukkan komitmen untuk menjaga kemurnian syariat Islam dan mengikuti jejak para Sahabat Rasulullah ﷺ.***
Selengkapnya dapat disaksikan pada video di bawah ini: [Mengapa di Kota Madinah Tidak Ada Maulid Nabi? - Syaikh Abdurrazzaq al-Badr]