3 Cara Agar Tetap Selamat Saat Dipuji Manusia

datariau.com
108 view
3 Cara Agar Tetap Selamat Saat Dipuji Manusia

DATARIAU.COM - Siapa yang tidak senang ketika dipuji? Hampir setiap orang merasa bahagia saat mendengar pujian, sanjungan, atau pengakuan dari orang lain. Pujian dapat menjadi penyemangat, penghibur, bahkan penguat semangat untuk terus berbuat baik. Namun, bagi seorang mukmin, pujian bukan sekadar kata-kata yang menyenangkan telinga. Pujian adalah ujian hati.

Tidak sedikit orang yang jatuh ke dalam kesombongan karena terlalu menikmati pujian manusia. Ada pula yang mulai merasa dirinya lebih baik daripada orang lain karena sering mendapat sanjungan. Padahal, seluruh kebaikan yang ada pada diri kita hanyalah karunia Allah semata.

Baca juga: Jihad Paling Mulia: Berani Menasehati Penguasa yang Zalim


Para sahabat Nabi memahami betul bahaya pujian. Karena itu, ketika mereka dipuji, mereka tidak larut dalam kebanggaan, melainkan justru semakin merendahkan diri di hadapan Allah. Dari sikap mereka, kita dapat mengambil pelajaran berharga tentang bagaimana agar tetap selamat ketika dipuji manusia.

1. Waspadalah dari Kesombongan Ketika Dipuji


Pujian sering kali menjadi pintu masuk bagi penyakit hati yang paling berbahaya, yaitu kesombongan. Ketika seseorang terus-menerus menerima sanjungan, ia bisa mulai mengagumi dirinya sendiri dan merasa bahwa segala keberhasilan yang diraihnya adalah hasil usahanya semata.

Padahal, seorang mukmin menyadari bahwa manusia hanya melihat sisi luar dirinya. Mereka melihat kebaikan yang tampak, sementara berbagai kekurangan, dosa, dan kelemahan yang tersembunyi hanya diketahui oleh Allah Ta'ala.

Baca juga:Ternyata Ini Penyebab Mayoritas Orang Kaya Lupa Bersyukur


Karena itu, ketika dipuji, jangan biarkan hati merasa tinggi. Ingatlah bahwa jika bukan karena pertolongan dan rahmat Allah, kita tidak akan mampu melakukan kebaikan apa pun. Semakin banyak pujian yang diterima, seharusnya semakin besar pula rasa takut kita kepada Allah agar tidak terjerumus ke dalam kesombongan.

2. Perbanyak Istigfar dan Ingat Kekurangan Diri


Salah satu cara terbaik untuk mengobati kesombongan adalah dengan mengingat dosa dan kekurangan diri sendiri. Ketika orang lain memuji kita, sesungguhnya mereka hanya mengetahui sebagian kecil dari kehidupan kita. Mereka tidak mengetahui berbagai dosa, kelalaian, dan kekurangan yang selama ini kita sembunyikan.

Inilah sebabnya para sahabat berdoa, "Ampunilah aku atas dosa-dosa yang tidak mereka ketahui."

Kalimat ini menunjukkan betapa dalamnya rasa takut mereka kepada Allah. Semakin dipuji, mereka justru semakin banyak beristigfar. Mereka sadar bahwa amal mereka belum sempurna, ibadah mereka masih banyak kekurangan, dan dosa mereka jauh lebih banyak daripada yang diketahui manusia.

Baca juga:Jangan Berharap Balasan jika Memberi, Jadilah Orang yang Tahu Berterima Kasih Jika Diberi


Ketika kita mengingat kelemahan diri sendiri, hati akan lebih mudah tunduk dan terhindar dari rasa bangga terhadap diri sendiri.

3. Berdoalah Agar Menjadi Lebih Baik dari Penilaian Manusia


Bagian paling indah dari doa para sahabat ketika dipuji adalah permohonan agar Allah menjadikan mereka lebih baik daripada apa yang disangka manusia.

Ini mengajarkan kepada kita bahwa pujian seharusnya tidak membuat kita merasa telah baik, tetapi justru mendorong kita untuk menjadi lebih baik. Jika orang lain menganggap kita sebagai orang yang saleh, amanah, atau berakhlak baik, maka jadikanlah penilaian itu sebagai motivasi untuk benar-benar memperbaiki diri di hadapan Allah.

Baca juga: Bahaya Sifat Rakus Harta dan Tidak Suka Melihat Orang Lain Mendapatkan Nikmat


Karena sesungguhnya yang paling penting bukanlah bagaimana manusia memandang kita, melainkan bagaimana Allah menilai kita. Pujian manusia tidak akan menyelamatkan kita di akhirat jika hati kita dipenuhi kesombongan dan riya.

Pujian bukanlah tanda bahwa kita telah sempurna. Pujian adalah ujian yang menguji keikhlasan, kerendahan hati, dan kesungguhan kita dalam memperbaiki diri. Oleh karena itu, ketika dipuji, janganlah hati menjadi tinggi. Tundukkanlah diri di hadapan Allah, perbanyak istigfar, dan berdoalah agar Allah menjadikan kita lebih baik daripada apa yang disangkakan manusia.

Semoga Allah Ta'ala menjadikan kita hamba-hamba yang rendah hati, tidak tertipu oleh pujian manusia, dan senantiasa berusaha memperbaiki diri hingga akhir hayat. Aamiin.***

Baca juga:VIDEO: 4 Ciri-ciri Manusia yang Tamak Harta dan Jabatan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)