DATARIAU.COM - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, TNI-Polri akan mendukung penuh pelaksanaan event olahraga nasional yakni PON XX yang digelar di Papua. Kegiatan itu rencananya bakal digelar pada Oktober 2021 mendatang.
"Guna mendukung kesuksesan PON XX, seluruh elemen di Papua harus memiliki kesadaran yang tinggi terkait disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) yang menjadi upaya pencegahan terbaik dan sudah harus menjadi kebutuhan serta bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/8).
Dalam menyabut pesta olahraga tersebut, dia ingin agar masyarakat dalam kondisi sehat serta terhindar dari Covid-19. Selain itu, masyarakat juga harus sudah melaksanakan vaksinasi agar dapat menikmati pertandingan dan cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan.
Hadi pun menyebut, saat ini data indikator Provinsi Papua membaik, terutama dengan angka kematian yang rendah. Namun positivity rate masih tinggi di angka 12,90 persen.
"Sedangkan Kota Jayapura tinggi di perawatan dan positivity rate, tetapi BOR tidak tinggi dan angka kematian rendah," sebutnya.
Menurutnya, perawatan yang baik mampu menekan angka kematian, tetapi penularan masih cukup tinggi di tengah masyarakat. Demikian pula dengan Kabupaten Jayapura.
"Tracing kontak erat perlu diperbaiki agar penularan berkurang, dan positivity rate menurun. Dengan tracing yang sesuai standar, dapat mempercepat penanganan pasien yang terkonfirmasi positif," tegasnya.
Terkait vaksinasi, Hadi menjelaskan, Pemda bersama instansi terkait seperti TNI-Polri, BNPB, Kemenkes harus meningkatkan sinergi, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam manajemen vaksinasi.
"Ada 2 strategi vaksinasi saat ini, terpusat dan jemput bola. Kita akan ke wilayah-wilayah. Contoh dari lanud kemarin menggunakan perahu kecil untuk mendatangi warga dipinggiran danau sentani untuk diberikan vaksinasi. Ini contoh yang bagus," ujarnya.
Selain itu, saat mengunjungi Papua pada Kamis (26/8), Hadi bersama dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga meninjau penggunaan dari Aplikasi Silacak yang diawaki oleh 4 Pilar yang bertugas sebagai petugas yang melakukan tracing di lapangan.
Saat mengecek para petugas 4 Pilar, Hadi menyampaikan, setiap petugas harus aktif untuk bergerak dan mengupdate info setiap kasus disertai dinamika yang ada.
"Kita harus total, untuk melaksanakan tracing kontak erat dan menjaga masyarakat dari Covid-19. Perkuat pendampingan bagi saudara-saudara dan pantau perkembangan kesehatannya," tutupnya.
Source: Merdeka.com