Peran Bahasa Indonesia dalam Penguatan Semangat Bela Negara: Mahasiswa FH UMRI Gelar Sosialisasi di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah

datariau.com
137 view
Peran Bahasa Indonesia dalam Penguatan Semangat Bela Negara: Mahasiswa FH UMRI Gelar Sosialisasi di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah
Foto: Jelita Nirwana
Mahasiswa Fakultas Hukum UMRI melaksanakan kegiatan sosialisasi di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah.

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (FH UMRI) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Peran Bahasa Indonesia dalam Penguatan Semangat Bela Negara" di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang bertujuan menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta memperkuat semangat bela negara kepada generasi muda sejak usia dini.

Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan dosen pengampu, Nurul Rahmadani, S.Pd., M.Pd., dan diikuti oleh sembilan mahasiswa, yakni Jelita Nirwana, Alyaa Ajrina, Shalshavyra Jeantine Liza, Tyan Randika Falevi, Dimas Oktavian, Farel Andika, Muhammad Ikhsan, Syafiq Dianda Raqie, dan Muhammad Habib Mikolah Desvely.

Dalam sosialisasi tersebut, para mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional sekaligus sarana memperkuat persatuan bangsa. Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif agar mudah dipahami oleh anak-anak panti asuhan.

Baca juga:Mahasiswa UMRI Edukasi Anti-Bullying di SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru, Tanamkan Semangat Bela Negara Sejak Dini


Para peserta diajak memahami bahwa bela negara tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan fisik. Sikap bela negara juga dapat ditunjukkan melalui penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, menghargai keberagaman, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Perwakilan mahasiswa dalam pemaparannya menjelaskan bahwa Bahasa Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat semangat bela negara. Bahasa Indonesia menjadi alat pemersatu yang mampu menjembatani komunikasi antar suku, ras, budaya, dan berbagai latar belakang yang berbeda.

"Dengan Bahasa Indonesia, seluruh masyarakat dapat saling memahami, bekerja sama, dan menjaga persatuan sebagai bangsa Indonesia," ujar perwakilan mahasiswa saat menyampaikan materi.

Baca juga:Rektor UMRI Dianugerahi JMSI Award 2026 Kategori Educational Leadership


Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung. Anak-anak Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah diajak memahami makna bela negara, mengenal fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, hingga mempraktikkan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik melalui kegiatan membaca, berdialog, dan menyampaikan pendapat di depan teman-teman mereka.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak anak yang aktif mengajukan pertanyaan dan berpartisipasi dalam setiap rangkaian acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa FH UMRI tersebut.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap nilai-nilai bela negara dapat tertanam sejak dini sehingga generasi muda tidak hanya bangga menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga:Mahasiswa UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Siswa SMA An-Namiroh Pekanbaru


Sosialisasi ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa Fakultas Hukum UMRI dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.

Penulis
: Jelita Nirwana
Tag:Umri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)