JAKARTA, datariau.com - Sebanyak 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58 Batalyon Ksatrya Hawin Sarwahita Tahun 2026 resmi mengikuti Tradisi Penyambutan Perwira Remaja di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Rabu (22/7/2026).
Tradisi yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. tersebut menjadi penanda dimulainya fase baru perjalanan para lulusan Akademi Kepolisian sebagai calon pemimpin di tubuh Polri.
Sebanyak 282 Perwira Remaja yang terdiri dari 249 Polisi Laki-laki (Polki) dan 33 Polisi Wanita (Polwan) mengikuti seluruh rangkaian prosesi yang sarat makna. Tradisi diawali dengan penghormatan kepada Panji-panji Kepolisian Negara Republik Indonesia, dilanjutkan pembacaan ikrar, tradisi mencium Panji-panji Kepolisian, pengalungan bunga, hingga penyerahan pedang perwira.
Baca juga:DPR Sahkan Revisi UU Polri, Batas Usia Pensiun Anggota Polisi Diperpanjang
Prosesi tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi simbol pengukuhan komitmen moral para perwira muda untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.
Tradisi penyambutan ini juga menjadi gerbang awal pembentukan karakter kepemimpinan sebelum para Perwira Remaja memasuki tahapan pendidikan sebagai Peserta Didik (Pasis). Pada fase tersebut, mereka akan mendapatkan pembekalan mengenai dinamika organisasi, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Dalam amanatnya, Wakapolri menegaskan bahwa pangkat perwira bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar dan mengabdi sebagai calon pemimpin Polri.
"Hari ini adalah hari kebanggaan, tetapi esok adalah hari pembuktian. Bangsa ini menaruh harapan besar di pundak kalian. Jadilah perwira yang cerdas, berintegritas, humanis, dan adaptif, dengan Tribrata serta Catur Prasetya sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdian," tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Baca juga:Polda Riau Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih, Transparan, dan Tanpa Jalur Khusus
Ia menekankan bahwa modal utama seorang perwira bukan hanya kecakapan teknis ataupun kewenangan yang dimiliki, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui integritas, keteladanan, profesionalisme, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
Wakapolri juga mengingatkan bahwa satu tindakan menyimpang dari seorang anggota dapat mengurangi kepercayaan publik yang telah dibangun oleh seluruh institusi Polri. Oleh sebab itu, setiap Perwira Remaja diminta menjaga kehormatan institusi dengan selalu mengedepankan kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Selain persoalan integritas, para perwira muda juga dihadapkan pada tantangan perkembangan zaman yang semakin dinamis. Menurut Wakapolri, era digital telah melahirkan berbagai bentuk kejahatan baru, mulai dari kejahatan siber, penyebaran hoaks, radikalisme digital, hingga berbagai kejahatan transnasional yang membutuhkan kemampuan penanganan secara profesional dan adaptif.
Baca juga:Mendagri Apresiasi Dedikasi Praja IPDN dan ASN Kemendagri Selama Penugasan Pascabencana di Aceh Tamiang
Karena itu, ia menekankan pentingnya setiap perwira terus meningkatkan kompetensi dengan menguasai teknologi, memanfaatkan data, serta mengedepankan pendekatan ilmiah dalam proses pengambilan keputusan.
Tak hanya itu, Wakapolri juga mengingatkan bahwa setiap daerah penugasan memiliki karakteristik sosial, budaya, dan tantangan keamanan yang berbeda. Kemampuan memahami kondisi masyarakat, beradaptasi dengan lingkungan, serta menghadirkan solusi yang tepat menjadi kualitas kepemimpinan yang harus terus diasah sejak masa pendidikan.
Mengakhiri amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh Perwira Remaja menjadikan masa pendidikan sebagai Pasis sebagai momentum untuk memperkuat karakter, memperluas wawasan, serta menanamkan integritas yang kokoh sebelum nantinya terjun mengemban amanah di tengah masyarakat.
Baca juga:Kompol Bery Raih Penghargaan Usai Tindak Tegas Premanisme Bermodus Debt Collector
Tradisi Penyambutan Perwira Remaja ini menjadi tonggak awal perjalanan para lulusan Akademi Kepolisian sebagai pemimpin masa depan Polri. Dari fase inilah diharapkan lahir perwira-perwira yang tidak hanya unggul dalam penegakan hukum, tetapi juga mampu menjaga kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Polri yang Presisi dan mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (den)