Strategi Jitu Provinsi Riau Atasi Karhutla Tahun 2021

Datariau.com
508 view
Strategi Jitu Provinsi Riau Atasi Karhutla Tahun 2021

JAKARTA, datariau.com - Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen menangani Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Rau.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution dalam acara Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual bertajuk "Tangkas Tangkal Kahutla" mengatakan, aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara terbukti mampu menekan luas kebakaran hutan di Provinsi Riau.

Aplikasi yang dikembangkan Kepolisian Daerah Riau ini digunakan untuk mendeteksi secara dini Karhutla.

Menurut Edy, pemanfaatan aplikasi tersebut tentunya mengacu pada peristiwa tahun 2015. Dampaknya, kabut asap akibat karhutla di Riau sangat luar biasa, bahkan perekonomian juga sempat terhambat, bandara ditutup, dan anak sekolah sampai diliburkan.

"Sebenarnya jika dibandingkan, luas kebakaran pada 2014 jauh lebih besar. Hanya saja ketika di 2015 itu, provinsi tetangga yang ada di selatan, yakni Sumatra Selatan dan Jambi, ikut memberikan kontribusi sehingga seakan-akan tahun 2015 terjadi kebakaran hutan yang besar di Provinsi Riau," ungkap Edy dalam keterangan tertulis yang datariau.com. Senin (31/5/2021).

Edy menyebutkan, jika dilihat pada 2019, hampir sama kasusnya dengan 2015, hanya saja waktu berlangsungnya kebakaran hutan tidak lama.

Mengacu pada hal itu, Pemerintah Provinsi Riau mengevaluasi dengan melakukan deteksi dini sesuai dengan arahan Presiden. Atas dasar itulah Pemprov Riau mengambil langkah di 2020, dengan melibatkan TNI, Polri, KLHK, BPBD serta instansi terkait lainnya untuk melakukan patroli bersama.

Menggunakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning Nusantara, sebut Edi, titik api yang baru muncul akan terdeteksi secara real time.

"Jadi ketika muncul titik api baru, kita sudah bisa memetakan titik api tersebut ada di wilayah mana, kemudian kita langsung
menginstruksikan personil yang ada untuk menanggulangi titik api tersebut," katanya.



Ditambahkannya, aplikasi tersebut memberikan dampak yang positif. Karena dengan adanya program tersebut, Provinsi Riau bisa menekan kebakaran hutan yang lebih besar. Selain, menjalankan program yang memanfaatkan aplikasi tersebut, Pemprov Riau juga memiliki strategi dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak agar mengantisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terlebih pada kemarau besar yang diperkirakan pada Juni sampai dengan Oktober 2021.

"Kalau kita bicara masalah ancaman Karhutla, kita melihat dari seluruh sisi dari ancaman kemarau kecil dan ancaman kemarau besar di bulan Juni sampai dengan September dan Oktober," ujar Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Herizal dalam acara Diskusi Media (Dismed) Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang digelar secara virtual.

Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)