BANGKINANG, datariau.com - Kurangnya sosialisasi program yang dibuat pemerintah kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak tahu dan mengerti terhadap program tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Kampar akan melakukan inovasi untuk mensosialisasikan program pemerintah melalui film layar lebar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Jfery Noer SH, saat memimpin Rapat Tiga Zero di Ruang Rapat Bupati Kampar, lantai II di Bangkinang, Selasa (30/9/2014). Rapat yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Drs Zulfan Hamid, beserta para kepala dinas yang terkait dalam tim zero diminta agar segera menyusun program-progamnya masing-masing.
"Seperti Dinas Perikanan, Dinas Peternakan, Disperindag, Dinas Pertanian serta BPPKP. Setiap dinas tersebut nantinya melakukan pengambilan data atau gambar yang akan digabungkan menjadi satu melalui Bagian Humas dan Dinas Perhubungan dan Infokom," kata Jefri di saat rapat.
Direncanakan, program-program yang akan ditayangkan kepada masyarakat serta para tamu dari daerah lain yang berkunjung ke Kabupaten Kampar, nantinya merupakan program kesusksesan para alumni P4S dan yang belum sukses akan ditanyangkan, begitu juga dengan kegiatan dari Dinas Pariwisata.
"Karena sejauh ini kita akui kita msih lemah dalam segi promosi. Apabil kita melihat daerah lain seperti Gunung Kidul daerah yang gersang bisa menjadi objek wisata, begitu juga seperti Kawa Putih di Bandung yang bekas tambang batu bara menjadi objek wisata yang dikenal di seluruh Indonesia," tutur Bupati kepada Satker-nya.
Dengan ditayangkannya program tersebut, kata Jefry, maka akan diketahui mana masyarakat yang sukses dan yang belum sukses serta kesuksesan kinerja para kepala dinas terkait.
Begitu juga masyarakat yang belum sukses dalam penayangannya tersebut kita bisa menilai apa kendala sehingga masyarakat yang sudah ikut pelatihan P45 tersebut gagal, apakah karena dalam pinjaman dana bergulir yang tidak bisa cair, baik terkendala karena anggunan atau terkendala karena proposal yang sudah menumpuk.
"Disamping itu kegagalan terhadap usaha yang disebabkan cuaca yang kurang baik, hama penyakit, kita bisa tahu dan kedepan kita atasi bersama dengan mencarikan solusinya bersama-sama," terang Jefry lagi.
Dengan program-program yang telah dibuat dan dengan dibantu dengan promosi tersebut, Jefry berharap agar kedepan apa yang diinginkan di akhir tahun 2015 atau awal tahun 2016, yakni Zero Kemiskinan, Zero Pengangguran dan Zero Rumah Kumuh, akan teratasi dan dapat dicapai.
"Kecuali bagi masyarakat yang tulang rusuknya panjang (pemalas)," sindir Jefry. (*)