Respons Istana Tak Kunjung Datang, BEM SI Berencana Kembali Gelar Aksi Melalui Media

Kakak Indra Purnama
59 view
Respons Istana Tak Kunjung Datang, BEM SI Berencana Kembali Gelar Aksi Melalui Media
Gambar: Detik.com

DATARIAU.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) masih menunggu i'tikad baik dari Istana terkait 12 poin tuntutan yang mereka layangkan beberapa hari lalu saat melakukan aksi.


Koordinator Media BEM SI 2021 Muhammad Rais menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai saat ini belum memberikan respons meski sudah lebih dari 3 x 24 jam. Pihaknya juga masih terus menunggu respons dari Kantor Staf Presiden di bawah kepemimpinan Moeldoko.


"Kami masih menunggu iktikad baik dari pihak KSP," kata Rais saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.


Rais mengatakan sampai sekarang negosiasi atas 12 tuntutan itu dengan pihak KSP masih berlanjut. Menurutnya pihak KSP, menyatakan akan ada respons resmi dari Presiden Jokowi. BEM SI pun hingga kini masih menunggu respon dari Istana dan masih memberikan waktu kepada pihak KSP.


"Katanya akan ada respons dari pihak pemerintah khususnya Pak Presiden Jokowi. Tapi kami masih menunggu sampai sekarang video atau sikap yang benar-benar resmi," jelas Rais.


"3x 24 jam kemarin sudah lewat. Kami masih memberikan waktu karena dari pihak KSP menyatakan akan ada rilis resmi," tambahnya.


Selain itu, BEM SI juga berencana akan menggelar aksi media pada tanggal 28 Oktober mendatang. Dalam aksi itu, mereka kembali akan menyoroti 7 tahun pemerintahan Jokowi, serta momentum Hari Sumpah Pemuda.


"Dan jika dari aksi media ini belum juga membuahkan hasil nanti akan kita kosolidasikan lebih lanjut," ujar Rais.


Diketahui sebelumnya, BEM SI mengaku belum juga mendapatkan respon dari Presiden Jokowi atas 12 tuntutan yang telah dilayangkan saat mengevaluasi 7 tahun pemerintahan Jokowi.


Padahal, mereka telah memberi ultimatum Jokowi supaya merespon tuntutan itu dalam kurun 3 x 24 jam.


"Belum ada respons yang diberikan, terkait kajian yang diberikan belum mengetahui apakah sudah diberikan ke bapak presiden atau belum kita tidak tahu juga," kata Kahar kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/10/2021). (*)


Source: cnnindonesia.com