Rektor Universitas Paramadina Soroti Kerusakan Institusi Demokrasi, Sebut Lima Praktik Pelemah Kekuasaan Negara

datariau.com
41 view
Rektor Universitas Paramadina Soroti Kerusakan Institusi Demokrasi, Sebut Lima Praktik Pelemah Kekuasaan Negara
Foto: Ist.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D.

Pemilu Saja Tidak Cukup Menjamin Demokrasi


Lebih lanjut, Didik mengingatkan bahwa penyelenggaraan pemilihan umum secara berkala tidak otomatis menjamin berjalannya demokrasi secara substantif.

Demokrasi juga membutuhkan institusi yang kuat, penegakan hukum yang adil, independensi lembaga peradilan, pemberantasan korupsi, serta pengawasan parlemen yang efektif.

Menurutnya, pengalaman Indonesia selama satu dekade terakhir menunjukkan bahwa proses elektoral dapat tetap berlangsung, tetapi kualitas institusi demokrasi justru mengalami pelemahan.

Kondisi tersebut, katanya, harus menjadi bahan evaluasi serius agar demokrasi tidak berhenti pada prosedur pemilihan pemimpin. Lebih dari itu, demokrasi harus menjamin kekuasaan dijalankan berdasarkan konstitusi, hukum, dan kepentingan masyarakat luas.

Menutup analisisnya, Didik menekankan pentingnya mengembalikan etika dalam kehidupan politik sekaligus memperbaiki institusi negara yang mengalami pelemahan.

Sejalan dengan pesan SBY, ia menilai Presiden Prabowo memiliki tanggung jawab untuk membangun kembali praktik politik yang berkeadaban serta memastikan seluruh lembaga negara bekerja secara independen dan profesional.

“Demi tegaknya demokrasi dan negara yang sehat, maka agen dan prinsipalnya harus diusut tuntas,” tegas Didik.

Ia menambahkan, pembenahan demokrasi harus dilakukan secara menyeluruh. Upaya tersebut tidak cukup hanya dengan mengevaluasi perilaku individu, tetapi juga harus menyentuh koreksi terhadap sistem dan praktik kekuasaan yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan wewenang.

Dengan demikian, institusi negara diharapkan dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi sekaligus pelindung kepentingan publik.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)