SIAK, datariau.com - Satreskrim Polres Siak menerima laporan polisi tanggal 23 november 2022 tentang dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak dalam perjalanan kembali dari Bukittinggi Sumbar menuju Kabupaten Siak.
Korban menjelaskan kronologis kejadian terjadi pada 7 November 2022 sekira pukul 05.00 WIB di perjalanan dari Bukittinggi menuju kembali ke Siak tepatnya di Kecamatan Tualang.
"Perbuatan cabul yang dialami oleh korban merupakan perbuatan yang melanggar norma kesusilaan dan atau kesopanan, atau perbuatan yang termasuk dalam nafsu birahi kelamin, seperti meraba anggota kemaluan, dan meraba buah dada," kata Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja SIK melalui PS Kasat Reskrim Polres Siak IPTU Tony Prawira STrK SIK saat dikonfirmasi, Rabu (30/11/2022).
Kejadian tersebut bermula dari laporan keluarga korban ke Polres Siak. “Dari laporan yang didapat kami langsung melakukan penyelidikan dan penyidikan termasuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan ditanganin oleh Sat Reskrim Polres Siak khususnya unit PPA,” ucap Iptu Tony.
Lanjut IPTU Tony Prawira STrK SIK menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan pada Selasa 29 November 2022 sekira pukul 17.30 hasil gelar menetapkan ZH (39) sebagai tersangka dalam tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak.
"Untuk saat ini tersangka sudah ditahan dan diamankan di Rutan Polres Siak dan untuk membantu pemulihan psikologis korban Polwan Unit PPA melakukan Trauma Healing dengan mendatangi rumah korban agar korban kembali beraktivitas seperti semula," pugnkasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang oknum tour guide diduga melakukan pelecehan seksual terhadap siswi MTs kelas 3 di Siak.
Keluarga korban menceritakan dugaan aksi tercela oknum itu yang dilakukan bermula dari berangkatnya para siswa-siswi sekolah itu dalam kegiatan studi tour ke Bukittinggi Sumatera Barat (Sumbar).
Oknum tersebut merupakan tour guide sekaligus pemilik bus carteran yang akan digunakan pergi ke Sumbar. Mereka menyewa 2 unit bus dan memberangkatkan peserta kurang lebih 80 orang.
Keluarga korban dilansir dari cakaplah, yang tak mau disebutkan identitasnya juga menceritakan bahwa dugaan kelakuan nakal oknum itu bermula saat rombongan sudah tiba di Bukittinggi pada siang hari kegiatan di sana. Oknum tersebut diduga mulai melakukan pendekatan intens dan terus 'nempel' ke korban.
Akibat aksinya, korban mulai merasa risih. Hingga malam harinya sekitar pukul 23.00 wib saat berada di dalam bus aksi tercela dugaan cabul itu dilakukan oknum tersebut hingga pukul 04.00 wib Subuh.
Saat itu korban tengah duduk berdua dengan temannya. Tiba-tiba sang oknum datang duduk menyempil di sela-sela bangku bus yang notabene hanya untuk dua orang.
Masih menurut cerita keluarga korban, oknum itu awalnya mengaku numpang duduk karena sudah tak ada lagi bangku kosong.
Lama kelamaan dia diduga mulai menjamah si korban secara perlahan-perlahan. Satu tangannya mulai menggenggam tangan korban dan satunya lagi diduga mulai menyentuh bagian tubuh korban lainnya.
"Anak itu sampai takut dan tak bisa buat apa-apa, bahkan tidak tidur karena menepis tangan jahat si pelaku yang mencoba meraba-raba. Sekarang anak itu trauma," cerita keluarga seperti dilansir dari cakaplah.com, Rabu (23/11/2022).
Dia menceritakan oknum tersebut sempat mengambil smartphone milik korban agar korban tak mengirim pesan kemana pun.
Kejadian itu telah dilaporkan kepada pihak sekolah. Namun pihak sekolah seakan ingin melindungi oknum tersebut dan menyarankan menempuh jalan damai secara kekeluargaan.
Namun keluarga korban mengaku marah dan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian Polres Siak didampingi kuasa hukum resmi menangani kasus anak, Ismail SH.
Saat dikonfirmasi pada oknum yang bersangkutan, Rabu (22/11/2022) menyatakan, kejadian sebenarnya bukan seperti yang diceritakan korban. Dia menyangkal tuduhan itu dan menyebutnya merupakan fitnah terhadap dirinya.
Dia mengklarifikasi, sedikitpun tidak berniat melecehkan siapapun. Katanya, saat itu memang kondisinya tak ada tempat untuk duduk dan berinisiatif untuk mengambil tempat di dekat korban dan temannya, dan ia malah mengaku tak kenal dengan korban sehingga hal itu tidak mungkin terjadi seperti yang dituduhkan.
"Saya memang ada terpegang tangannya tapi bukan saya yang duluan, dia tertidur dan kemudian entah dia ngigau tiba-tiba memegang tangan saya seperti kekasihnya. Lalu saya pergi," katanya.
Dia menyangkal isu beredar tentang dirinya yang meraba-raba korban. Katanya, itu tak benar, hanya sebatas memegang tangan. "Demi Tuhan tidak terbesit niat saya untuk melakukan itu, saya mungkin yang salah tetapi tidak seperti kabar yang beredar di masyarakat," pungkasnya. (den/her/rls/ckp)