Cak Imin Sebut NU Tak Bisa Lepas Dari Politik

Ruslan
671 view
Cak Imin Sebut NU Tak Bisa Lepas Dari Politik
Foto: Net

DATARIAU.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menilai, Nahdlatul Ulama (NU) tidak akan bisa lepas dari politik bila disebut kembali ke khittahnya. Menurutnya, NU justru menjadikan perangkat politik lebih luas.

"Kalau disebut kembali ke khittah, itu bukan berarti melepaskan diri dari politik, tetapi justru menjadikan perangkat politik lebih luas,? katanya, Kamis (23/12).

Menurutnya, sudah saatnya NU mempengaruhi kebijakan politik yang lebih transformatif untuk membawa kemajuan dan perubahan di masa yang akan datang.

?Kita harus membicarakan politik dalam artian yang lebih luas. Mulai dari mabadi?u khaira ummah, maqasidu syariah, sampai maslahatil ummah,? urainya.

Cak Imin menilai, istilah 'NU kembali ke khittah' justru menjadikan politik NU semakin canggih. Dia bilang, para politisi NU sudah naik kelas. Sejak era reformasi, banyak kader NU yang menjabat di eksekutif maupun legislatif.

?Karena demokrasi dan reformasi telah melahirkan kebebasan untuk menentukan arah politik yang kemudian warga NU terorganisir maupun pribadi menjadi kekuatan politik sehingga akhirnya jabatan-jabatan publik bisa diambil melalui pemilihan secara langsung,? tuturnya.

Kendati begitu, Cak Imin mengatakan ada konsekuensi dari pemilihan langsung yang tidak mudah. Termasuk kecenderungan pragmatisme politik yang melahirkan-produk politik yang tidak efektif.

Menurutnya, politik besar yang menjadi khittah adalah bahwa NU harus bisa membaca lebih luas lagi posisi perjuangan politiknya yang sudah tidak lagi pada level jabatan publik. Tetapi sudah level kebijakan-kebijakan publik yang efektif dan tepat dalam memenuhi tuntutan-tuntutan mabadi?u khaira ummah, maqasidu syariah, sampai maslahatil ummah sesuai visi dan misi NU.

?Dari situlah saya yakin peran politik NU sangat cerah. Masa depan NU sangat luas apabila semua kekuatan solid di dalam satu kekuatan yang kokoh. Kalau tidak, akan terulang lagi perceraiberaian seperti yang terjadi di masa Fusi di dalam sebuah parpol maupun di masa proses marginalisasi politik Orde Baru yang akhirnya tidak produktif sama sekali,? urainya.

Menurutnya, perjuangan NU akan sangat efektif dilakukan melalui jalur politik. Baik perjuangan di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial bahkan keagamaan.

Dia mencontohkan sejak era Mendikbud Muhammad Nuh dan dilanjutkan M Nasir sebagai Menristekdikti, perguruan tinggi NU berkembang sangat pesat meski masih jauh dari target NU.

?Inilah efektivitas kekuasaan dalam melahirkan target-target perjuangan. Justru khittah tadi yang membuat kita memiliki peran perjuangan di pemerintahan, kenegaraan, dan politik,? tandas Wakil Ketua DPR itu. (*)

Source: merdeka.com

Tag:Nu
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)