DATARIAU.COM - Di sekitar kita, ada banyak orang yang hidup dalam kesulitan. Namun tidak semua dari mereka mampu berkata, “Saya butuh bantuan.” Ada yang menahan lapar demi menjaga harga diri, ada yang tetap tersenyum meski sedang kesusahan, dan ada pula yang memilih diam karena tidak ingin merepotkan orang lain.
Karena itu, seorang Muslim diajarkan untuk memiliki hati yang peka. Jangan menunggu seseorang meminta-minta baru kita tergerak membantu. Bisa jadi sesuatu yang menurut kita kecil dan tidak berharga justru sangat berarti bagi orang lain.
Memberi tidak harus menunggu kaya. Membantu tidak harus menunggu berlebihan. Bahkan bantuan kecil bisa menjadi sebab kebahagiaan dan pertolongan Allah Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sedekah itu adalah bukti keimanan.” (HR. Muslim)
Baca juga:Sesulit Apapun Hidup, Jangan Sampai Meminta-minta kepada Manusia: Tetap Bekerja Sekuat Tenaga
Dikutip dari muslim.or.id bahwa tangan yang memberi lebih baik daripada tangan yang meminta. Bahkan sedekah kecil yang diberikan dengan ikhlas memiliki nilai besar di sisi Allah.
Sering kali kita meremehkan bantuan sederhana:
* Membelikan makanan untuk tetangga yang kesusahan
* Memberi ongkos kepada orang yang kekurangan
* Membantu biaya sekolah anak yatim
* Membawakan sembako untuk janda tua
* Menolong teman yang sedang terlilit kebutuhan hidup
Padahal, bagi penerimanya, itu bisa menjadi penyelamat hari mereka.
Islam sangat menganjurkan membantu orang-orang yang sedang mengalami kesulitan. Sedekah tidak hanya meringankan beban sesama, tetapi juga menjadi sebab dihapuskannya dosa dan dibukakannya pintu kebaikan.
Allah Ta’ala berfirman: “Jika kamu menampakkan sedekahmu maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271)
Ayat ini mengajarkan bahwa membantu orang lain dengan ikhlas, tanpa pamer dan tanpa mengungkit-ungkit pemberian, merupakan amal mulia di sisi Allah. Bahkan dalam Islam, sekecil apa pun kebaikan tidak boleh diremehkan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengingatkan bahwa sedekah tidak harus besar. Dalam banyak riwayat disebutkan, sedekah walau hanya sebutir kurma tetap bernilai di sisi Allah apabila berasal dari hati yang tulus.
Hari ini mungkin kita mampu membantu orang lain. Besok belum tentu. Karena itu, gunakan kesempatan hidup untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.
Jangan cuek terhadap orang sekeliling. Bisa jadi ada tetangga yang menahan lapar. Ada saudara yang kesulitan membayar sekolah anaknya. Ada orang tua yang sakit tetapi tidak punya biaya berobat. Mereka mungkin tidak meminta, tetapi bukan berarti mereka tidak membutuhkan.
Bantulah semampunya, tidak harus besar, tidak harus banyak, tidak harus menunggu kaya. Karena dalam pandangan Allah, bantuan kecil yang ikhlas jauh lebih mulia daripada harta besar yang disertai riya dan kesombongan.***
Baca juga:Pemimpin Adalah Cermin Rakyat: Saatnya Introspeksi, Bukan Hanya Menyalahkan