Wabup Meranti Gelar Rapat Persiapan Jelang Idul Fitri 1439 Hijriah

Hermansyah
617 view
Wabup Meranti Gelar Rapat Persiapan Jelang Idul Fitri 1439 Hijriah
Dokumentasi
Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim gelar rapat koordinasi jelang Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah bersama Forkompimda.

MERANTI, datariau.com - Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim pimpin rapat koordinasi persiapan Lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, Selasa (5/6/2018) di ruang rapat Melati Kantor Bupati. Dalam rapat itu diketahui stock dan harga sembako masih stabil, begitu juga dengan pelayanan transportasi laut.

Turut hadir dalam rapat itu Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek Ka. Bea Cukai Hengki, Kasatpol PP H Joko, Danpos Ramil Selatpanjang Lakatang, Ka. SOP Usman, Helmi Ka. Pelindo, Perwakilan Pengusaha Angkutan Laut H. Syahril, Karantina Selatpanjang Abdul Nasution, Kadisperindag Drs. Azza Fahroni, Kadishub Meranti Aready,  perwakilan pedagang dan lainnya.

Dalam rapat, sebelumnya diketahui stock dan harga sembako dipasaran sejauh ini masih stabil, andaipun ada kenaikan harga masih dibawah 5 persen atau dalam batas kewajaran.

"Sejauh ini tidak ada keluhan dari masyarakat menyangkut harga sembako dan ketersediaan, semua masih dalam batas kewajaran," jelas Kedisperindag Meranti Azza Fahroni.

Dijelaskan Azza, sembako yang dimaksud diantaranya seperti beras, gula, tepung, dan lainnya.

Hal itu sesuai juga dengan hasil peninjauan langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti bersama Kapolres dan rombongan disalah satu gudang sembako milik Ali, yang dilanjutkan dengan peninjauan pasar sandang pangan.

"Hasil peninjauan kita di gudang dan di pasar, stock sembako cukup, harga stabil. Bahkan, beras turun, cuma yang menjadi masalah adalah pasar sedikit sepi karena daya beli masyarakat turun," ujar Wakil Bupati H Said Hasyim.

Rendahnya daya beli yang menurut Bupati, karena lesunya ekonomi dan hal itu terjadi di seluruh daerah Nasional. 

"Seperti kita lihat di Meranti harga karet, sagu dan kelapa turun, hanya harga kopi saja yang masih stabil, kondisi ini diperparah dengan keterbatasan tenaga kerja," jelasnya.

Ia mengatakan, untuk menjaga agar kondisi itu tidak semakin sulit, diakui Wakil Bupati tak banyak yang bisa dilakukan, salah satunya, menjaga kestabilan harga dan stock sembako dipasaran. Selain itu, bersama-sama dengan aparat kepolisian mengawasi para spekulan dan penimbunan sembako.

Seperti yang dikatakan oleh Kapolres Meranti AKBP La Ode Proyek kepada awak media, pihaknya, melalui Tim Satgas akan mengawasi stock dan harga sembako dipasaran, dan ia mengaku akan menindak tegas jika menemukan pengusaha yang sengaja melakukan penimbunan.

"Jika ketahuan ada yang menimbun, akan kita tindak tegas, saya tidak main-main," kata Kapolres.

Selain masalah stock sembako dan kestabilan harga dipasaran, yang menjadi perhatian adalah ketersediaan dan keselamatan angkutan lebaran, seperti halnya kapal, speedboat dan angkutan tradisional Kempang.

Wakil Bupati H Said Hasyim, menambahkan, ia meminta semua pelabuhan Kempang itu ada petugas Dinas Perhubungan yang menjaga. Hal itu, untuk memastikan tidak terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, sehingga pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik dan lancar.

"Pelabuhan Kempang, Semukut, Pelantai, Teluk Ketapang,  Kundur dan lainnya, harus ada petugas yang mengawasi perhatikan keselamatan dan kondisi Kempang," ucapnya.

"Keselamatan yang utama jangan gara gara ingin banyak penumpang mengabaikan keselamatan penumpang," ucapnya lagi.

Sementara itu, Speedboat dan kapal besar, seperti di akui H Syahril tidak ada masalah, jumlah kursi yang tersedia dapat melayani masyarakat, yang menjadi masalah hanyalah kondisi pelabuhan yang kurang representatif.

"Kapal dan jumlah saat ini tidak ada masalah, yang perlu dibenahi hanya kondisi pelabuhan dan parkirannya yang kurang representatif, semoga kedepan semakin baik," harapnya.

Selain itu, ia membahas terkait pasokan kebutuhan minuman kaleng yang diprediksi mencapai 60 ribu dus. Menyangkut hal ini, Pemda bersama pihak terkait akan mencoba memfasilitasi pasokan minuman kaleng tersebut.

Pada kesempatan itu, Kepala Bea Cukai Selatpanjang Hengki, menjelaskan terkait dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi 15 yang berdampak pada terjadinya kemudahan import barang.

"Dengan diberlakukanya paket kebijakan ekonomi 15, maka import barang yang sifatnya Pas Bourder dan Bourder boleh masuk ke Meranti, dimana untuk barang-barang Pas Bourder boleh masuk kawasan kepabeanan tanpa campur tangan pihak terkait, meliputi hasil perkebunan, Hortikultura, kertas dan lainnya," sebutnya.

Dijelaskannya, untuk pemeriksaan terhadap barang-barang itu dilakukan oleh instansi terkait seperti karantina dan lainnya, sehingga baru dapat dilakukan setelah keluar dari kawasan Kepabeanan.

Penulis
: Syahputra
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)