Desa Bokor Bakal Jadi Induk Sentral Jaringan Internet di Meranti

datariau.com
1.233 view
Desa Bokor Bakal Jadi Induk Sentral Jaringan Internet di Meranti
Foto: Internet
Ilustrasi penggunaan internet oleh masyarakat desa.
MERANTI, datariau.com - Tahun 2019, Desa Bokor bakal menjadi induk sentral jaringan internet di Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Perencanaan tersebut dilakukan untuk membangun kesejahteraan masyarakat dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Kabag Komunikasi dan Informasi Kepulauan Meranti, Syaiful Ikram mengatakan, pihaknya akan menjadikan induk sentral jaringan internet melalui Desa Bokor. Karena desa tersebut sudah memiliki program jaringan internet desa (Desa Broadband).

"Jadi, dengan desa Broadband itu nantinya akan dikembangkan program jaringan internet di Kecamatan Rangsang Barat," katanya, Selasa (8/1/2019).

Untuk melaksanakan proyek tersebut, lanjut Syaiful Ikram, nantinya akan dikelola langsung oleh BUMDes. Rencana pembangunan jaringan internet akan menyertakan modal maksimal sebesar Rp 50 juta sesuai dengan kesepakatan desa tersebut.

"Bisa saja anggaran dana (Rp 50 juta) itu tidak akan habis. Karena sebagian desa di Kecamatan Rangsang Barat sudah punya tower. Jadi tinggal menambah jaringannya saja," kata Syaiful Ikram.

Dia juga menerangkan, terkait dana sebesar Rp 35 juta dengan kekuatan jaringan 100 Mbps merupakan penawaran yang diberikan oleh Pemerintah pusat. Jadi dengan dana tersebut, sebanyak 10 desa akan dapat menikmati jaringan internet, yang nantinya masing-masing desa mengeluarkan budget sebesar Rp 3,5 juta.

"Itu jika dengan harga yang ditawarkan demikian. Tapi kami (Kominfo) juga akan berusaha melakukan lobi ke pusat agar tarif harga 100 Mbps bisa dikurang lagi," ujarnya.

Dengan begitu, ia berharap dengan peluang yang diberikan kepada Pemerintah Desa yang nantinya dikelola oleh BUMDes, jaringan internet dapat dirasakan oleh semua sektor, khususnya masyarakat desa. Bahkan akan memberikan keuntungan bagi desa, karena sudah bisa bersaing seperti daerah lainnya melalui akses jaringan teknologi.

"Jadi selama ini jaringan internet hanya berputar disebagian wilayah desa yang dekat tower atau di pusat desa saja. Itu tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat," terang Syaiful Ikram.

"Tapi kini betul-betul kita sumbangkan melalui sistem kabel itu yang akan disalurkan ke masyarakat. Iya seperti sistem tv kabel lah modelnya. Jadi disitu masyarakat disuruh membayar misalkan Rp 200 ribu per bulan, jadi mereka dapat internet penuh," tambah dia lagi.

Terkait kapannya proyek ini akan dilaksanakan, Syaiful Ikram mengakui, tergantung kesiapan pihak desa untuk mencapai target tersebut. Jika sudah dianggarkan, ia berharap perencanaan bisa digesa tahun 2019 ini.

"Tergantung desa, mau tidak mereka menganggarkan ditahun 2019 ini. Kalau memang sudah mereka anggarkan, syaratnya yang penting tidak boleh dikelola oleh desa, tetapi harus melalui BUMDes," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Bokor, Aminullah saat dikonfirmasi baru-baru ini, sangat mendukung proyek yang diberikan Pemerintah melalui Kominfo. Menurutnya, upaya ini salah satu peluang untuk meningkatkan hasil pendapatan dalam pengembangan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Jadi bukan hanya dibidang simpan pinjam. Pengembangan usaha di BUMDes akan memanfaatkan rencana dari pemasangan jaringan internet desa, yang nantinya dapat memberikan keuntungan dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat," ujar dia.

Aminullah juga menyatakan kesiapan terhadap perencanaan untuk menyertakan  modal dari BUMDes terkait pengadaan proyek tersebut di Desa Bokor. Jika sudah ada nota kesepahaman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kominfo.

"Insya Allah 2019 akan kita realisasikan, yang terpenting tergantung kesepakatan kepala desa. Sebab mereka (Kominfo) sudah siap, jika desa sudah menganggarkan modal," terang Kepala Desa Bokor itu. (mad)
Penulis
: Rahmad
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Internet
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)