Tiang Kabel Internet di Pekanbaru Bak Rumpun Bambu, DPRD Usulkan Tiang Bersama Dikelola BUMD

datariau.com
139 view
Tiang Kabel Internet di Pekanbaru Bak Rumpun Bambu, DPRD Usulkan Tiang Bersama Dikelola BUMD
Foto: Endi
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH.

PEKANBARU, datariau.com - Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, H Roni Amriel SH MH, mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam penataan tiang kabel fiber optik yang saat ini dinilai semrawut di sejumlah titik Kota Pekanbaru.

Roni menyadari, di satu sisi kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet dan WiFi terus meningkat. Namun, pemasangan tiang fiber optik yang dilakukan masing-masing provider tanpa koordinasi justru merusak keindahan kota dan membahayakan keselamatan warga.

Terbukti, banyak warga menjadi korban terjerat kabel hingga tiang tumpu fiber optik beberapa waktu lalu tumbang di Jalan Rindang, Kecamatan Bukit Raya.

"Jadi pertama adalah penataannya dulu. Apakah memang harus kita biarkan setiap provider masang tiang-tiang tumpu seperti hari ini. Satu titik itu ada 5 sampai 6 tiang tumpu loh," kata Roni, Selasa (10/2/2026).

Roni menilai, konsep penggunaan tiang bersama sebenarnya sudah pernah diterapkan sebelumnya. Saat itu, tiang milik Telkom menjadi tiang utama yang dapat dimanfaatkan bersama oleh penyedia layanan lainnya.

"Nah, kenapa ini tidak dijadikan ide untuk bersama-sama melalui BUMD misalnya yang mengelola ini bekerjasama dengan Telkom. Tiang itu yang dipakai atau BUMD yang bangun tiangnya sekaligus bangun jaringannya kemudian dipakai oleh provider-provider dan nanti jadi pendapatan bagi BUMD dan PAD," jelasnya.

Menurutnya, dengan skema tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet tetap terpenuhi tanpa harus mengorbankan estetika kota maupun keselamatan warga.

"Itu yang kita inginkan sehingga tidak ada tiang tumpu di satu titik itu seperti rumpun bambu seperti kita lihat di lapangan, terus kabel-kabel berseliweran, gulungan-gulungan kabel yang digantung, itu kan merusak estetika, merusak keindahan kota Pekanbaru hingga mengancam keselamatan masyarakat," ujarnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)