Takut Diamuk Masa, Penjual Herbal Kelilng Ngaku Anggota TNI

Bambang
609 view
 Takut Diamuk Masa, Penjual Herbal Kelilng Ngaku Anggota TNI
Ist
Penjual jamu dan rempah - rempah keliling, Tohir diamankan warga karena mengaku sebagai anggota TNI

ASAHAN,datariau.com - Warga Desa Pinanggripan, Kecamatan Air Batu bersama Babinsa Koramil XII/Air Batu Asahan, meringkus seorang anggota TNI gadungan berinisial Tohir (51), Rabu (4/9/2019) sekira jam 11.00 wib.

Pelaku yang merupakan warga Kelurahan Mutiara, Kecamatan kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan ini sempat mengaku sebagai anggota TNI AD dari Yonif 126/Kala Cakti.

Komandan koramil XII/ Air Batu, Kapten Basri Lubis kepada wartawan membenarkan terkait adanya penangkapan anggota TNI gadungan yang berprofesi sebagai tabib palsu tersebut.

"Tohir sebenarny dikenal warga Desa Pinanggripan berprofesi sebagai pedagang jamu atau rempah - rempah herbal keliling. Konon katanya, jamu racikanya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dari usahanya tersebut, warga banyak yang terpedaya. Warga mengaku sudah banyak mengeluarkan biaya untuk membeli rempah - rempah Tohir namun akhirnya kecewa lantaran rempah - rempah produksi Tohir tidak ada khasiatnya," bebernya.

Karena kecewa amat dalam dan ketika melihat Tohir datang, lanjut Basri lagi, warga yang kecewa itu bersepakat menangkapnya. Namun ketika ditangkap warga, Tohir mengaku sebagai anggota TNI AD dari Yonif 126/Kala Cakti.

"Warga yang mendengar celotehan Tohir lagnsung menghubungi Babinsa Koramil XII/Air Batu Serka Rahmad. Setibanya dilokasi kejadian, Serka Rahmad sempat menanyakan identas Tohir. Baru diketahui bahwa Tohir hanya mengaku - ngaku sebagai anggota TNI AD dengan tujuan takut diamuk masa karena dagangannya tidak bermanfaat," jelasnya.

Komandan Koramil XII/Air Batu mengungkapkan, warga Desa Pinanggripan sangat kesal atas ulah Tohir. "Dari aksinya, Tohir mengaku sudah meraup keuntungan sebesar Rp 20 juta lebih. Masyarakat dan Babinsa Koramil XII/Air Batu selanjutnya menyerahkan ke Polsek Air Batu guna proses penyidikan," ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Air Batu, Iptu Rianto SH M.A.P juga membenarkan adanya kejadian tersebut. Dan saat ini Tohir sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek.

"Kami masih menunggu laporan atau pengaduan dari masyarakat yang merasa telah dirugikan oleh Tohir," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang korban penipuan, Saidi Purba menyebutkan, warga di Desa Pinanggripan sudah banyak yang menjadi korban tipu daya Tohir.

"Ketika sebahagian warga meminta pelaku untuk meminum obat hasil racikannya, eh Tohir langsung muntah - muntah dan berulang kali buang air besar. Itu namanya senjata makan tuan," jelas Saidi didampingi warga lainnya.

Ditambahkan, saat melancarkan aksinya memberikan pengobatan, Tohir memasang tarif sebesar Rp 1,2 juta sampai Rp 6 juta. "Yang jelas kami merasa tertipu," katanya.(ran)

Penulis
: Fran Manurung
Editor
: bambang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)