Kisah Anak Punk Tobat dan Ingin Hidup Normal

datariau.com
8.275 view
Kisah Anak Punk Tobat dan Ingin Hidup Normal
Ilustrasi

PERAWANG, datariau.com - Salah satu mantan anak jalanan yang dikenal dengan kehidupan bebas, namun tak bertujuan, ingin berubah dan hidup normal berbaur dan bermasyarakat dengan bekerja.

Hidup di jalanan sebagai anak Punk yang dijalaninya kurang lebih satu tahun, kini ia berniat meninggalkan kebiasan buruk itu demi meraih kehidupan yang lebih baik seperti remaja-remaja seusianya saat ini.

Inilah kisah mantan anak punk, seorang remaja berinisial D (20) asal Kecamatan Kisaran Sumatera Utara yang datang ke kediaman Ketua Pekerja Sosial Tenaga Kecamatan (PSTK) atau Tenaga Sosial Kecamatan (TSK) yakni Muhammad Bakri, Rabu (24/5/2017) siang, di Jalan Ceras Kampung Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

Remaja tersebut ingin mencari sebuah pekerjaan, tetapi masih terkendala dengan dokumen pribadi miliknya, salah satunya identitas diri seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Saya ingin berubah bang, mencari pekerjaan. Untuk saat ini saya terkendala ongkos untuk pulang ke Kisaran, menjemput dan mengurus KTP saya di Kampung sebagai syarat masuk kerja, maka saya kesini, ke kediaman pak M Bakri ini minta tolong," ucap D kepada datariau.com, Rabu (24/5/2017) siang, di kediaman Muhammad Bakri di Jalan Ceras Perawang Barat Kecamatan Tualang.

Menurut keterangan yang dirangkum datariau.com di kediaman Muhammad Bakri, bahwa selama ini team PSTK/TSK sudah sering melakukan pendekatan dengan anak jalanan (Punk) tersebut, memang hanya secara persuasif yang dilakukan selama ini.

"Mereka datang kesini mencari saya, ya namanya pekerja sosial bang, ya seperti ini. Kita sudah lakukan pendekatan secara persuasif selama ini, dan Alhamdulillah ada dari mereka (Punk) ingin berubah dan kembali ke kehidupan normal (biasa), seperti kehidupan normal remaja pada umumnya," jelas Muhammad Bakri, Rabu (24/5/2017).

Adapun harapan sosok pekerja sosial, peduli antar sesama ini, mengapresiasi niat baik D yang ingin berubah dan mencari pekerjaan. Selanjutnya, Bakri mengatakan selama bekerja sebagai PSTK/TSK masih banyak kendala yang terjadi selama bergeliat menjalani profesi tersebut, salah satunya adalah terkendala pada Dana Operasional.

Meskipun demikian Muhammad Bakri sangat berharap banyak kepada pemerintahan/dinas terkait, terutama pemerintahan Kabupaten Siak agar memperhatikan kegiatan sosial selama ini yang telah terbentuk yakni PSTK/TSK itu sendiri.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Punk
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)