Dampak Buruk Gadget pada Anak Semakin Mengkhawatirkan, DPRD Pekanbaru Dorong Peran Masjid dalam Pembinaan

datariau.com
193 view
Dampak Buruk Gadget pada Anak Semakin Mengkhawatirkan, DPRD Pekanbaru Dorong Peran Masjid dalam Pembinaan
Foto: Endi
Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru, Yasser Hamidi.

PEKANBARU, datariau.com - Ketua Fraksi PKS DPRD Pekanbaru, Yasser Hamidi, menyoroti maraknya penggunaan handphone atau gadget pada anak-anak sehingga memunculkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, khususnya para orang tua. Ia mengaku khawatir paparan gadget yang berlebihan akan mengganggu perkembangan mental, emosional, hingga perilaku sosial anak jika tidak diawasi dengan baik.

Menurut Yasser, persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama antara orang tua, pemerintah dan lingkungan sosial. Sebab, anak-anak saat ini sangat rentan terpengaruh konten digital yang tidak sesuai dengan usia dan nilai-nilai moral.

“Banyak orang tua mengeluhkan perubahan perilaku anak akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol. Ini tidak bisa dianggap sepele, karena dampaknya sudah nyata di tengah masyarakat,” kata Yasser, Selasa (6/1/2026).

Ia memaparkan berbagai penelitian menunjukkan penggunaan gadget secara berlebihan pada anak dapat berdampak serius.

Sejumlah studi menyebutkan, anak yang terlalu sering menggunakan gadget berisiko mengalami gangguan konsentrasi, kecanduan digital, penurunan kemampuan bersosialisasi, hingga perilaku agresif.

Selain itu, penelitian di bidang psikologi perkembangan juga mengungkapkan paparan konten kekerasan dan pornografi melalui gawai dapat memicu penyimpangan perilaku. Dalam beberapa kasus ekstrem, fenomena ini dikaitkan dengan meningkatnya tindakan kriminal dan asusila yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kasus-kasus seperti anak berani melawan bahkan membunuh orang tua, atau anak terjerumus dalam perilaku asusila, menjadi alarm keras bagi kita semua,” tegas Yasser.

Sebagai solusi, Yasser mendorong Pemko Pekanbaru untuk mengaktifkan kembali fungsi masjid dan rumah ibadah sebagai pusat pembinaan karakter dan perilaku anak.

Ia menilai kegiatan keagamaan seperti didikan subuh, pengajian anak, kegiatan remaja masjid, dan pembinaan moral dapat menjadi alternatif positif agar anak-anak tidak terlalu larut dengan gadget.

“Masjid dan rumah ibadah harus kembali menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar nilai agama, disiplin, dan akhlak. Kegiatan seperti didikan subuh atau pembinaan rutin sangat efektif untuk membentuk karakter anak sejak dini,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan berbasis keagamaan dan sosial ini juga mampu menanamkan empati, tanggung jawab, serta kontrol diri pada anak.

Meski demikian, ia menegaskan peran orang tua tetap menjadi kunci utama dalam mendidik dan mengawasi anak. Orang tua harus menjadikan rumah sebagai tempat terbaik dan paling aman dalam membentuk karakter anak.

“Orang tua harus hadir, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Pengawasan penggunaan gadget, pembatasan waktu layar, serta komunikasi yang hangat di dalam keluarga adalah bagian penting dari solusi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan gadget sebagai “pengasuh instan” bagi anak, karena hal tersebut justru berpotensi merusak perkembangan mental dan moral anak dalam jangka panjang.

Yasser berharap upaya membentengi anak dari dampak negatif gadget dapat menjadi gerakan bersama, melibatkan pemerintah, tokoh agama, pendidik, dan keluarga.

“Jika semua pihak bersinergi, kita bisa melindungi generasi muda dari perilaku menyimpang dan menyiapkan anak-anak Pekanbaru menjadi generasi yang sehat, berakhlak, dan berdaya saing,” tutupnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)