PEKANBARU, datariau.com - Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat pada hari pertama, Senin (13/4/2015) di Kota Pekanbaru berjalan lancar dan aman. Baik itu UN secara manual maupun berbasis komputer atau lebih dikenal dengan UN online.
Walikota Pekanbaru Firdaus MT, saat melakukan peninjauan pelaksanaan UN ke beberapa sekolah mengatakan, bahwa pelaksanaan UN hari pertama ini berjalan lancar dan aman. Saat Wako melakukan peninjauan, sekolah yang pertama kali dikunjungi adalah SMAN 8 Pekanbaru. Di sini Wako melihat para siswa melakukan UN online (CBT).
"Kita lihat ujian pada hari pertama ini berjalan lancar," kata Firdaus.
Sementara itu, Kepala SMAN 8 Pekanbaru Hasnidar, mengakui bahwa siswa SMAN 8 yang ikut ujian ada 318 siswa. Mereka ikut UN secara online dan dibagi tiga sesi ujian, pagi, siang dan sore.
"Sekolah punya tiga ruangan untuk UN berbasis komputer, satu sesinya diikuti oleh 106 siswa. Pada pelaksanan UN online, satu hari hanya satu mata pelajaran. Sehingga untuk pelaksanaan UN SMA, diperlukan enam hari, sebab satu hari itu ada 3 sesi," ujar Hasnidar.
Selanjutnya Wako mengunjungi SMKN 2, dan di sana Wako kembali meninjau 10 kelas yang menyelenggarakan UN online.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Prof Dr Zulfadil yang ikut serta di kunjungan ini mengakui, bahwa hari pertama ini penyelenggaraan UN lancar.
"Sejauh ini belum ada laporan tentang kendala dalam pelaksanaan UN. Jadi, pelaksanaa UN di hari pertama ini cukup lancar dan tidak ada hambatan yang mengakibatkan jalannya UN jadi terganggu," ungkap Zulfadil.
Zulfadil menjelaskan, pihaknya memiliki tim yang bertugas memantau dan menerima setiap keluhan dalam proses penyelenggaraan UN. "Tidak ada gangguan, baik kekurangan soal, maupun pemadaman listrik," katanya.
Begitu pula pelaksanaan UN secara manual di beberapa sekolah terlihat berjalan lancar dan aman. Seperti SMKN 3 Pekanbaru, di hari pertama UN di sekolah tersebut baik lembar jawaban ujian nasional (LJUN) tidak ada kendala, yakni cukup dan tak ada masalah.
"Jumlah siswa kita yang mengikuti UN 2015 ini ada 324 siswa dan terbagi dalam 17 ruang. Sedangkan untuk pengawasnya, memakai sistem silang yang berjumlah 34 orang pengawas. Pada hari pertama ini, siswa melaksanakan UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, dengan lima jurusan. Yaitu, jurusan busana, tata boga, multimedia, tata kecantikan dan perhotelan," ujar Kepala SMKN 3 Pekanbaru Rita Johan.
Sama halnya dengan SMKN 3, pelaksanaan UN hari pertama di SMAN 9 Pekanbaru juga berjalan lancar. "Alhamdulillah, ujian sampai saat ini berjalan lancar. Baik dari LJUN dan soal semua tak ada kendala. Untuk peserta UN di sekolah kita itu diikuti oleh 284 siswa, dan dibagi 9 ruangan. Pengawasnya memakai sistem pengawas silang, yakni 32 orang," ungkap Ketua pelaksana UN SMAN 9 Pekanbaru Ibnu SSi.
Demikian pula di SMAN 1 Pekanbaru, pelaksanaan UN di sekolah ini mendapatkan pengawasan ekstra ketat, selain pengawasan di dalam kelas, pengawasan di luar kelas juga dilakukan oleh pihak kepolisian.
"Untuk hari pertama UN tidak ada kendala. Untuk pengamanan dari pihak kepolisian sudah kerja sama dengan Pemko untuk menjaga berlangsungnya UN. Pihak kepolisian yang menjaga kegiatan UN menggunakan baju bebas agar siswa tidak merasa terbebani adanya polisi di sekolah," kata Kepala SMAN 1 Dra Wan Roswita MPd.
Dalam proses ujian hari pertama ini, diterangkan Wan Rosita, pengawas ujian tidak meemukan kerusakan soal maupun kekurangan lembar jawaban sebagaimana yang terjadi pada pelaksanaan UN sebelumnya yang mengharuskan adanya fotokopi naskah soal.
"Semua lengkap, termasuk peserta kita yang ikut ujian juga lengkap. Terdiri dari jurusan IPA 86 orang, IPS 225 orang, dan Aksel 19 orang, terdiri dari 18 ruang ujian dan 38 orang pengawas. Semua peserta hadir melaksankan ujian," pungkasnya.
Putri, salah seorang siswi di SMAN 1Pekanbaru jurusan IPA, saat ditemui setelah UN mengataka, bahwa secara pribadi dirinya tidak merasa kesulitan dalam menjawab soal ujian. "Semua masih lancar-lancar saja," ulasnya.
Demikian pula dikatakan Ade, siswa IPS di SMA itu, ia merasa tidak ada kendala menjawab soal ujian. "Sampai saat ini masih aman-aman saja," tuturnya. (ade/rik)