Terapkan Ekonomi Sirkular pada Urban Farming, Mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak UNRI dan TP-PKK Rintis Inovasikan Produk "KaRisMa" dan Pupuk Komposter

datariau.com
55 view
Terapkan Ekonomi Sirkular pada Urban Farming, Mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak UNRI dan TP-PKK Rintis Inovasikan Produk "KaRisMa" dan Pupuk Komposter

PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang tergabung dalam program FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) berkolaborasi dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Rintis, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru dalam mengimplementasikan konsep circular economy atau ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Program ini menjadi salah satu upaya menciptakan ketahanan pangan, memperkuat UMKM, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik secara berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipusatkan di Kebun Aku Hatinya PKK Kelurahan Rintis, sebuah kawasan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan budidaya ikan lele dalam satu ekosistem terpadu. Melalui konsep tersebut, berbagai sumber daya dimanfaatkan secara maksimal sehingga menghasilkan sistem produksi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Minggu, 5 Juli 2026, dengan pelaksanaan edukasi dan praktik pembuatan pupuk kompos padat serta pupuk organik cair (POC). Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) FBN UNRI, Frini Karina Andini, S.AB., M.AB., hadir langsung memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari, baik pada tingkat rumah tangga maupun komunitas.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Ikut Sambut Kunjungan Pj Walikota di Kelurahan Sekip


Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Hadir dalam kegiatan itu Plt Camat Lima Puluh Tengku Renny, S.Pd., Lurah Rintis Malindo Irjayanto Pratama, S.STP., serta Ketua TP-PKK Kelurahan Rintis Nur Syamsiah Lubis Malindo, S.STP.

Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif warga yang membawa sampah organik dan limbah dapur dari rumah masing-masing untuk diolah bersama. Sampah tersebut dipadukan dengan sisa tanaman dari kebun dan diproses menggunakan sistem komposter menjadi pupuk kompos padat maupun pupuk organik cair.

Pupuk yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman di kebun Aku Hatinya PKK sehingga membentuk rantai produksi ramah lingkungan atau zero waste loop. Selain mampu mengurangi volume sampah rumah tangga, sistem ini juga membantu menghemat biaya pemupukan dan berpotensi menjadi produk bernilai jual yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca juga:Pengabdian Masyarakat Team KUKERTA Balek Kampung Kelurahan Rintis Memproduksi serta Membagikan Masker Scuba dan Handsanitizer ke Masyarakat


Implementasi ekonomi sirkular tidak berhenti pada pengelolaan limbah. Mahasiswa FBN UNRI bersama TP-PKK Kelurahan Rintis juga mengembangkan hilirisasi hasil pertanian menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.

Pada Sabtu, 11 Juli 2026, mahasiswa bersama ibu-ibu TP-PKK melaksanakan panen ubi jalar di Kebun Aku Hatinya PKK. Hasil panen tersebut langsung diolah secara bersama-sama menjadi produk Stik Ubi Jalar sebagai inovasi pangan berbasis hasil kebun.

Produk tersebut melengkapi ragam produk UMKM lokal dengan merek KaRisMa (Karya Rintis Bersama), yang sebelumnya telah memproduksi minuman herbal atau jamu serta keripik pisang. Kreativitas ibu-ibu TP-PKK dalam memanfaatkan hasil pertanian juga melahirkan inovasi baru berupa Stik Sawi dan Stik Bayam Merah, sehingga memperkaya pilihan produk olahan lokal yang berpotensi dipasarkan lebih luas.

Baca juga:Pengabdian Masyarakat Team KUKERTA Balek Kampung Kelurahan Rintis Memproduksi serta Membagikan Masker Scuba dan Handsanitizer ke Masyarakat


Ketua Kelompok Kukerta FBN Kelurahan Rintis berharap program kolaborasi tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Semoga program yang dilaksanakan bersama TP-PKK Rintis ini tidak hanya berhenti di sini saja, tetapi dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui sinergi antara mahasiswa Kukerta FBN UNRI, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP-PKK, serta masyarakat, implementasi urban farming berbasis ekonomi sirkular di Kelurahan Rintis menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan limbah organik dapat diubah menjadi sumber daya produktif. Program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong perkembangan UMKM lokal, tetapi juga menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di Kota Pekanbaru.***

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Warga Desa Tanjung Pisang Membuat Pupuk Kompos Organik dari Air Cucian Beras
Penulis
: Dina Septina Ramadhani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)