DATARIAU.COM - Kelurahan Rintis merupakan salah satu wilayah yang termasuk kedalam zona merah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Terdapat satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah meninggal dari salah satu warga Kelurahan Rintis pada April 2020. Ketika beraktifitas diluar rumah pun masyarakat sekitar masih banyak yang belum mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan, salah satunya menggunakan masker.
Melihat kondisi lingkungan dan masyarakat yang kurang peduli pada protokol kesehatan demi menekan penyebaran COVID-19, team KUKERTA Balek Kampung Kelurahan Rintis 2020 Universitas Riau berinisiatif untuk membagikan masker scuba dan handsanitizer dari hasil produksi team kepada masyarakat sekitar, terutama masyarakat yang sering berinteraksi dengan orang banyak, serta tempat yang sering dikunjungi masyarakat.
Team yang beranggotakan 10 orang Mahasiswa ini di bimbing oleh Syahriadi, SPd MPd, selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), diantaranya yaitu: Primus Devin Marsha (FMIPA/Ilmu Komputer), Agrimei Nuran BR Nasution (FKIP/PG PAUD), Febrianel Andira (FKIP/PG PAUD), Ferdian (FMIPA/Ilmu Komputer), Ihsan Putra Shavel (FMIPA/Ilmu Komputer), Kamandanu (FMIPA/Ilmu Komputer), Kenny Eza Natawijaya (FISIP/Hubungan Internasional), Ria Hani Saputri (FISIP/Hubungan Internasional), Fauziah Tiara Amanda (FKIP/PENDOR), dan Muhammad Farhan PS (FKIP/PENDOR).
Kegiatan pertama yang dilakukan oleh team yaitu memproduksi masker dari bahan scuba. Ada 2 tahap pembuatan masker scuba, kegiatan produksi masker tahap I dilakukan pada Minggu, 12 Juli 2020 hingga Senin, 13 Juli 2020, yaitu pembuatan dan pemotongan pola masker scuba untuk 160 pcs masker. Team KUKERTA RINTIS 2020 saling bekerjasama membentuk dan memotong pola masker dengan 3 (tiga) warna bahan scuba, yaitu Hitam, Maroon, dan Navy. Selanjutnya tahap II kegiatan produksi masker dilakukan pada Selasa, 14 Juli 2020, yaitu menjahit pola masker yang telah dipotong.
Lalu, kegiatan kedua yang dilakukan oleh team yaitu memproduksi handsanitizer model spray dengan isi 30ml. Handsanitizer yang diproduksi mengikuti sumber dari WHO dengan menggunakan bahan-bahan seperti alkohol, H2O2, Glycerol, dan Aquades. Pembuatan handsanitizer ini berlangsung selama 1 hari. Setelah proses pembuatan masker dan handsanitizer, selanjutnya Mahasiswa/i melakukan pengemasan masker dan handsanitizer untuk diberikan langsung kepada masyarakat.
Primus Devin Marsha, selaku Ketua Team menyebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk membantu Masyarakat Kelurahan Rintis dalam menghadapi fase New Normal selama pandemik yang terjadi di Indonesia.
?Kegiatan ini merupakan salah satu Program Kerja yang disusun oleh Team KUKERTA RINTIS 2020. Melihat kondisi lingkungan Kelurahan Rintis yang pernah terdapat PDP serta masih banyaknya masyarakat yang tidak menggunakan masker menjadi faktor utama terciptanya Program Kerja ini. Selain itu, kami juga ingin membantu masyarakat kurang mampu yang tidak dapat membeli masker dan handsanitizer agar terhindar dari virus COVID-19,? Ungkap Ketua Team KUKERTA RINTIS 2020 tersebut. (rls)