Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Warga Desa Tanjung Pisang Membuat Pupuk Kompos Organik dari Air Cucian Beras

Samsul
44 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Warga Desa Tanjung Pisang Membuat Pupuk Kompos Organik dari Air Cucian Beras
TANJUNG PISANG, datariau.com- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan program kerja berupa Pelatihan dan Pembuatan Pupuk Kompos Organik berbahan air cucian beras dan limbah organik rumah tangga di Desa Tanjung Pisang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (6/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan air cucian beras dan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan serta bermanfaat bagi sektor pertanian dan perkebunan.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Desa Tanjung Pisang dengan antusias. Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau memberikan edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan air cucian beras dan limbah organik rumah tangga sebagai bahan utama pembuatan pupuk kompos organik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat pupuk kompos dalam meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meminimalkan pencemaran lingkungan akibat limbah organik yang tidak dikelola dengan baik.

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau kemudian melakukan demonstrasi pembuatan pupuk kompos secara langsung menggunakan air cucian beras dan berbagai jenis sampah organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Demonstrasi tersebut diikuti secara aktif oleh masyarakat Desa Tanjung Pisang agar peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan pupuk kompos dan mampu menerapkannya secara mandiri sebagai salah satu upaya mendukung pertanian dan perkebunan yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Ketua Tim KUKERTA Universitas Riau Desa Tanjung Pisang, Muhammad Khairul Fikri, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan air cucian beras dan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bernilai guna.

"Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong kebiasaan mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan begitu, masyarakat dapat mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan perkebunan di Desa Tanjung Pisang," ujarnya.

Sementara itu, Pj. Kepala Desa Tanjung Pisang, Nurhaida Yunus SPd mengapresiasi pelaksanaan program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KUKERTA Universitas Riau.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KUKERTA Universitas Riau atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung pertanian dan perkebunan yang lebih produktif sekaligus menjaga kebersihan lingkungan desa," ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang sederhana, namun memberikan manfaat jangka panjang. Pemanfaatan air cucian beras dan limbah organik rumah tangga sebagai pupuk kompos diharapkan menjadi alternatif yang lebih ekonomis sekaligus mendukung terwujudnya pertanian dan perkebunan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Tim KUKERTA Universitas Riau Desa Tanjung Pisang yang dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Viony Syafitra SPd MPd. Tim KUKERTA Universitas Riau Desa Tanjung Pisang terdiri atas sembilan mahasiswa, yaitu Muhammad Khairul Fikri selaku ketua kelompok bersama Anisa Elvira, Fiona Datau, Khairunnisa Yusri, M.Febriyanda Iskandar, Nadila Zakki Az Zahrah, Rahayu Novalina S., Robiyatul Uzma, dan Samueli Hura. Kolaborasi antara Tim KUKERTA Universitas Riau, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan pengelolaan limbah organik yang lebih baik serta mendorong terwujudnya sektor pertanian dan perkebunan yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan di Desa Tanjung Pisang.***
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)