PEKANBARU, datariau.com - SMPN 8 Pekanbaru melakukan penanaman 1000 pohon di lingkungan sekolah, Rabu (4/3/2015). Hal ini merujuk pada intruksi Walikota dan Disdik Pekanbaru dalam menyukseskan program adiwiyata. Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Zulfadil dan sekolah pembina adiwiyata SMPN 8 yakni SMAN 4 Pekanbaru.
Kadisdik Zulfadil menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menanamkan kesadaran kepada warga sekolah, untuk peduli lingkungan. "Lingkungan saat ini banyak yang sudah rusak, seperti polusi meningkat dan sampah menumpuk. Inilah yang harus menjadi perhatian dunia pendidikan, melalui proses pembelajaran dan menanamkan kesadaran terhadap lingkungan," ujar Zulfadil usai melakukan penanaman pohon di halaman SMPN 8 Pekanbaru.
Zulfadil menambahkan, peran guru juga sangat penting dalam menanamkan budaya peduli lingkungan kepada peserta didik. "Sudah dua tahun ini, pihak Disdik mengkampanyekan sekolah peduli lingkungan. Harapan kita, tahun 2016 nanti sekolah yang ada di Pekanbaru bisa menjadi sekolah adiwiyata. Bagi sekolah yang belum siap, maka persiapkanlah dari sekarang," harapnya.
Sekolah adiwiyata itu, lanjut Zulfadil, sama dengan karakter. Karena karakter ada dalam berbagai program lingkungan. "Target kita dari Disdik, tahun 2015 ini 50 sekolah adiwiyata dan setidaknya 30 sekolah bisa meraih adiwiyata nasional," ungkapnya.
Sementara Kepala SMPN 8 Pekanbaru, Raja Izda menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan, dalam rangka persiapan sekolah menuju adiwiyata tingkat nasional. "Kegiatan penanaman pohon ini dimaksud agar dapat membangkitkan semangat dan motivasi, terutama bagi pelajar dalam membudayakan kebiasaan menanam. Selain itu sebagai bentuk kepedulian terhadap konservasi lingkungan. Budaya menanam harus mulai diberikan untuk kalangan pelajar agar mereka mencintai dan peduli terhadap alam," tutur Raja.
Saat ini, lanjut Raja, program adiwiyata sudah dirintis, termasuk melakukan Momerandum of Understanding (MoU) dengan SMAN 4 selaku sekolah pembina. "Jajaran guru juga berpartisipasi dalam menanamkan rasa peduli lingkungan pada siswa melalui program dan kegiatan lingkungan. Program itu meliputi penghijauan, penanaman bunga dan pohon hingga mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup (PLH) dalam mata pelajaran," imbuhnya.
Lebih jauh Raja memaparkan, saat ini persiapan menuju sekolah adiwiyata sudah mencapai 80 persen. Saat ini, dokumen untuk diantarkan ke badan lingkungan hidup (BLH) sedang dalam proses penjilitan. "Semua persiapan dan dokumen yang diperlukan untuk adiwiyata, sudah kita persiapkan. Bahkan, sekarang siswa kita sudah bisa mendaur ulang sampah menjadi pot bunga. Hal-hal seperti ini kan merupakan point untuk masuk sekolah adiwiyata. Harapan sekolah, sudah pasti tahun ini SMPN 8 bisa masuk sekolah adiwiyata, tidak hanya tingkat kota. Namun, mampu sampai ke tingkat nasional," harapnya. (ade)