SMM PANEL INDO

Milad ke-77, SMA Muhi Teguhkan Prestasi dan Silaturahmi

datariau.com
155 view
Milad ke-77, SMA Muhi Teguhkan Prestasi dan Silaturahmi

YOGYAKARTA, datariau.com - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) memperingati Milad ke-77 dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh rasa syukur. Peringatan yang digelar pada Sabtu (5/9/2026) tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang sekolah sekaligus meneguhkan komitmen dalam memberikan kontribusi bagi pendidikan, persyarikatan, masyarakat, bangsa, dan dunia.

Rangkaian utama Milad diawali dengan apel upacara pada pukul 07.00 WIB yang diikuti seluruh warga sekolah, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kependidikan. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PWM DIY, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PDM Kota Yogyakarta, Balai Dikmen Kota Yogyakarta, pengawas sekolah, Pengurus PRM Karangwaru, serta PCM Tegalrejo.

Mengusung semangat “Local Grounding, Global Impact”, Milad ke-77 menjadi kesempatan bagi SMA Muhi untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih sekaligus menyiapkan langkah pengembangan sekolah di masa mendatang.

Baca juga:SMA Muhi Yogyakarta Perkuat Pembelajaran Abad ke-21 Lewat Kolaborasi Pendidikan Indonesia-Malaysia


Ketua Panitia Milad ke-77, Ria Fitriyani Hadi, M.Pd., dalam pemaparannya menyampaikan tema dan makna peringatan Milad SMA Muhi tahun ini. Tema “Bungah Banget Pitung Puluh Pitu” menjadi refleksi perjalanan SMA Muhi yang telah memasuki usia 77 tahun.

Menurutnya, usia tersebut menunjukkan kematangan sekaligus tanggung jawab sekolah untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan kebaikan yang telah dibangun para pendahulu.

Ria juga memaparkan berbagai rangkaian kegiatan Milad. Bagi murid, Gebyar Lomba Milad digelar pada 11 Agustus hingga 5 September 2026 dengan sejumlah perlombaan, seperti futsal, basket 3x3, tarik tambang, makan kerupuk, dan memancing.

Sementara itu, Gebyar Lomba Milad bagi guru dan tenaga kependidikan dilaksanakan pada 17 Agustus dan 5 September. Rangkaian kegiatan juga diisi Kunsiroh atau kunjungan silaturahmi pada 19 Agustus hingga 2 September, upacara Milad dan sarasehan pada 5 September.

Baca juga:SMA Muhi Yogyakarta Catat 269 Lulusan Diterima PTN, 3 Alumni Tembus Kampus Luar Negeri


Kegiatan dilanjutkan pada 6 September dengan jalan sehat, senam bersama, market day, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, Pengajian Akbar dan Khataman dijadwalkan pada 23 September serta Seminar Perpustakaan pada Oktober 2026.

Beragam agenda tersebut menunjukkan bahwa Milad SMA Muhi bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat prestasi, silaturahmi, kesehatan, kepedulian sosial, kreativitas, dan nilai-nilai keislaman.

Raih 1.196 Prestasi dalam Setahun


Bertindak sebagai inspektur upacara, Achmad Muhammad, M.Ag., selaku Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PWM DIY, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas berbagai prestasi yang berhasil diraih SMA Muhi.

Ia menyebut, dalam satu tahun terakhir SMA Muhi telah mencatat sebanyak 1.196 prestasi. Capaian tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh warga sekolah sekaligus menunjukkan konsistensi SMA Muhi dalam mengembangkan potensi murid di berbagai bidang.

Achmad Muhammad mendorong para murid untuk terus bersyukur karena mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari SMA Muhi. Rasa syukur tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui semangat untuk terus berprestasi, menjaga karakter, serta memperkuat akhlak.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Antarkan Sharisha ke Final OSN 2026


Prestasi yang tinggi harus berjalan seiring dengan kepribadian yang baik. Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya penghargaan, tetapi juga dari kualitas karakter dan akhlak para lulusan.

Ia juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru serta tenaga kependidikan yang selama ini dengan penuh kesabaran, kesetiaan, dan pengabdian telah mencurahkan tenaga serta pikiran untuk persyarikatan Muhammadiyah.

Dalam konteks usia 77 tahun, makna “Pitung Puluh Pitu” juga menjadi pengingat agar SMA Muhi senantiasa merawat apa yang telah tumbuh dan berkembang. Usia yang semakin matang bukan alasan untuk berhenti, melainkan momentum untuk menjaga nilai-nilai baik, merawat tradisi, mempertahankan prestasi, dan terus melakukan pembaruan agar sekolah semakin kokoh menghadapi perubahan zaman.

Meriah dengan Atraksi dan Apresiasi Murid


Kemariahan upacara Milad semakin terasa dengan berbagai penampilan dan atraksi yang dipersembahkan murid SMA Muhi.

Setelah rangkaian upacara, dilakukan penyerahan penghargaan kepada murid-murid berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan pencapaian yang telah mereka raih.

Penampilan atraksi Tapak Suci turut memperlihatkan semangat, kedisiplinan, dan ketangguhan para murid. Suasana semakin menarik dengan aksi Pencinta Alam yang melakukan terjun dari gedung sekolah.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Luncurkan SPMB 2027/2028, Siapkan 432 Kuota dan Perkuat Sinergi dengan Guru BK


Kreativitas seni murid juga ditampilkan melalui tarian dan musikalisasi puisi. Perpaduan antara seremoni, penghargaan, olahraga, seni, dan berbagai atraksi tersebut menjadikan peringatan Milad ke-77 berlangsung semarak sekaligus menggambarkan karakter SMA Muhi yang memberikan ruang luas bagi murid untuk mengembangkan potensi.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba bagi guru dan karyawan sebagai sarana mempererat kebersamaan serta membangun suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Perkuat Silaturahmi dengan Purna Guru dan Tenaga Kependidikan


Pada siang harinya, rangkaian Milad dilanjutkan dengan Sarasehan Milad ke-77 yang berlangsung pukul 12.30??"15.00 WIB di Graha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.

Sarasehan menjadi momentum istimewa karena mempertemukan keluarga besar SMA Muhi dengan para purna guru dan tenaga kependidikan yang pernah mengabdikan diri di sekolah tersebut.

Baca juga:SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta Perkuat Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan, Bangun Budaya Pelayanan Prima dan Kinerja Unggul


Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kehadiran para purna guru dan tenaga kependidikan. Ia mengajak seluruh keluarga besar, termasuk para mantan guru dan karyawan, untuk terus menjaga silaturahmi.

Menurutnya, ikatan pengabdian kepada almamater dan persyarikatan tidak berhenti ketika masa tugas berakhir.

Herynugroho juga menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Sekolah harus menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat, tantangan pembentukan karakter murid, serta tuntutan dan tekanan yang semakin berat dari orang tua.

Di tengah berbagai perubahan tersebut, SMA Muhi terus berupaya menjaga kualitas pendidikan dan memperoleh kepercayaan pemerintah sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi sekaligus sekolah model.

Sekolah juga tengah berupaya melakukan pembelian tanah untuk mendukung pengembangan sekolah di masa mendatang. Menurut Herynugroho, berbagai perkembangan tersebut tidak terlepas dari fondasi yang telah diletakkan oleh para guru dan tenaga kependidikan terdahulu.

Alumni Hadir Berbagi Edukasi Kesehatan


Sarasehan menghadirkan dua narasumber yang merupakan alumni SMA Muhi sekaligus dokter, yakni dr. Tri Kusumo Bawono dan dr. Ardhanu, Sp.OG., Subsp. Onk.

Dr. Tri Kusumo Bawono menyampaikan materi mengenai gaya hidup sehat dan pentingnya olahraga. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup karena hipertensi dan kadar gula darah tinggi dapat menjadi faktor pemicu berbagai penyakit berat apabila tidak dikendalikan.

Sementara itu, dr. Ardhanu membahas berbagai penyakit kanker dan tumor pada area reproduksi laki-laki dan perempuan serta pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi.

Kehadiran kedua alumni tersebut menjadi bagian menarik dalam sarasehan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa hubungan alumni dengan almamater dapat terus memberikan manfaat dan kontribusi lintas generasi.

Rangkaian Milad ke-77 tersebut ditutup pada pukul 15.00 WIB dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Melalui berbagai kegiatan yang digelar, SMA Muhi meneguhkan bahwa perjalanan 77 tahun bukan sekadar catatan usia, melainkan perjalanan panjang yang harus terus dirawat dengan rasa syukur, prestasi, akhlak, silaturahmi, dan inovasi.

Dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal, keislaman, dan Muhammadiyah, SMA Muhi terus melangkah menghadirkan dampak yang lebih luas sesuai semangat “Local Grounding, Global Impact.”***

Tag:SMA MUHI
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)