DATARIAU.COM - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) kembali menorehkan prestasi di ajang sains nasional. Sekolah tersebut menjadi salah satu dari hanya dua sekolah Muhammadiyah di Indonesia yang berhasil mengantarkan muridnya ke babak final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.
Prestasi itu diraih Sharisha Adhiella Maruti, murid kelas XII A, yang berhasil menembus final OSN bidang Kebumian. Sharisha selanjutnya akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada tingkat nasional.
Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1635/H3/PN.00/2026 tertanggal 17 Agustus 2026 tentang Pengumuman Finalis OSN Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026.
Baca juga:Kepsek dan Guru SMA MUHI Raih Penghargaan Bergengsi di Seminar Literasi Kota Yogyakarta
Sharisha dijadwalkan mengikuti final OSN secara luring di Universitas Muhammadiyah Malang pada 14??"20 September 2026. Capaian ini menjadi prestasi istimewa karena ketatnya persaingan OSN tingkat nasional dan hanya dua sekolah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia yang berhasil mengirimkan muridnya ke babak final.
Perjalanan Sharisha menuju final nasional tidak diraih secara instan. Pembinaan telah dimulai sejak kelas X melalui pemetaan bakat dan minat murid yang dilakukan SMA Muhi. Murid yang memiliki potensi kemudian mendapatkan pembinaan melalui pembelajaran di kelas, pendampingan guru, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembinaan khusus sesuai bidang yang diminati.
Untuk mencapai final OSN, Sharisha harus melewati seleksi secara berjenjang dan kompetitif hingga tingkat nasional. Setiap tahapan menjadi proses untuk menguji kemampuan sekaligus menyaring talenta terbaik dari berbagai daerah.
Baca juga:Pelajar SMA Muhi Yogya Raih Tiga Medali Internasional di Manila Filipina
Kemampuan Sharisha di bidang Kebumian juga telah dibuktikan melalui prestasi sebelumnya. Pada Februari 2026, ia berhasil meraih medali emas Olimpiade Kebumian tingkat nasional dalam ajang OlympiCAD #8 di Makassar.
OSN sendiri merupakan ajang kompetisi sains yang bertujuan menjaring dan mengembangkan talenta muda terbaik Indonesia. Selain mengejar prestasi, kompetisi ini mendorong kemampuan berpikir kritis, analitis, kreatif, pemecahan masalah, serta membangun ketangguhan dan budaya keilmuan di kalangan pelajar.
Pada bidang Kebumian, peserta dituntut menguasai berbagai aspek mengenai bumi dan sistemnya, mulai dari geologi, atmosfer, meteorologi, hingga oseanografi dan berbagai fenomena alam. Karena itu, keberhasilan menembus final nasional menjadi capaian yang sangat prestisius.
Baca juga:Mengukir Prestasi Qur’ani, 20 Murid SMA Muhi Yogyakarta Diwisuda Tahfizh
Kepala SMA Muhi, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, sekolah berkomitmen memfasilitasi setiap potensi murid agar dapat berkembang secara optimal dan mencapai prestasi terbaik.
Ia menjelaskan, keberhasilan Sharisha merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, mulai dari pemetaan bakat dan minat, pembelajaran di kelas, pembinaan guru, kegiatan ekstrakurikuler, hingga pembinaan OSN secara berjenjang.
Komitmen tersebut sejalan dengan budaya prestasi yang terus berkembang di SMA Muhi. Dalam satu tahun, sekolah tersebut mencatat 1.196 prestasi dari berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik, dengan capaian di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Baca juga:Terbanyak Se-Indonesia: SMA Muhi Yogya Kirim 89 Kontingen ke OlimpicAD#8 Nasional 2026
Setelah dinyatakan lolos, Sharisha kini fokus mempersiapkan diri menghadapi final OSN di Universitas Muhammadiyah Malang. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan dan registrasi peserta pada 14 September, dilanjutkan pembukaan dan technical meeting pada 15 September.
Tes akan berlangsung pada 16??"17 September, kemudian dilanjutkan kegiatan Bina Talenta Indonesia pada 18 September. Acara mandiri dan penutupan dijadwalkan pada 19 September, sebelum peserta kembali ke daerah masing-masing pada 20 September 2026.