ROKAN HILIR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program penghijauan melalui kegiatan penanaman sekitar 40 bibit pohon jengkol dan kemiri di Desa Sungai Panji Panji, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir. Kegiatan yang dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pada 16 Juni dan 25 Juli 2026, ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem desa.
Program penghijauan tersebut melibatkan masyarakat setempat yang secara aktif bergotong royong bersama mahasiswa menanam bibit pohon di sejumlah lokasi strategis. Titik penanaman meliputi kawasan Kantor Penghulu Desa Sungai Panji Panji, pekarangan rumah warga, lingkungan SD Negeri 010 Sungai Panji Panji, hingga SMP Negeri 003 Satu Atap Paret 4 Sungai Panji Panji.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Mahasiswa bersama masyarakat bekerja sama menanam bibit pohon agar dapat tumbuh dengan baik serta dirawat secara berkelanjutan setelah program KUKERTA berakhir. Pelibatan warga sejak awal diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap pohon-pohon yang telah ditanam sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Baca juga:BEM FEB UNRI Tanam 40 Bibit Pohon dan Berdayakan Teh Daun Sawit di Desa Suak Temanggung
Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi Desa Sungai Panji Panji yang menjadi salah satu wilayah rawan mengalami banjir ketika musim hujan. Selain itu, keberadaan pohon jengkol dan kemiri di desa tersebut masih sangat terbatas. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI berinisiatif menghadirkan kedua jenis tanaman itu sebagai salah satu solusi penghijauan yang diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat.
Koordinator kegiatan dari Mahasiswa KUKERTA UNRI mengatakan bahwa penghijauan bukan hanya sekadar kegiatan menanam pohon, melainkan juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
"Kami memilih jengkol dan kemiri karena keduanya memiliki akar tunggang yang cocok untuk kondisi tanah mineral dan gambut di desa ini. Harapannya, pohon-pohon yang ditanam dapat membantu mengurangi genangan air sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pada masa mendatang," ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Ratusan Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Besar Rohil
Menurutnya, pemilihan kedua jenis tanaman tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan karakteristik lahan di Desa Sungai Panji Panji. Pohon jengkol dan kemiri dikenal memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi tanah di wilayah tersebut serta memiliki sistem perakaran yang mampu membantu meningkatkan daya serap air.
Dalam jangka panjang, keberadaan pohon-pohon tersebut diharapkan dapat berkontribusi mengurangi potensi genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan. Selain berfungsi sebagai tanaman penghijauan, jengkol dan kemiri juga memiliki nilai ekonomis yang dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat ketika pohon mulai menghasilkan buah.
Selain berfokus pada penanaman pohon, mahasiswa KUKERTA UNRI juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Perawatan pasca-penanaman dinilai menjadi faktor penting agar bibit dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat sesuai tujuan program.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Hijaukan Desa Dusun Pusaka, Tanam Bibit Durian dan Jengkol Bernilai Ekonomis
Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga dari berbagai kalangan ikut terlibat dalam proses penanaman sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penghijauan di desa. Kehadiran mahasiswa KUKERTA UNRI pun mendapat sambutan positif karena dinilai mampu menghadirkan program yang menjawab kebutuhan lingkungan setempat.
Pihak sekolah yang menjadi lokasi penanaman juga menyambut baik kegiatan tersebut. Penanaman pohon di lingkungan sekolah diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih asri dan nyaman sekaligus menjadi media edukasi bagi para siswa mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sejak usia dini.