Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Limbah Tempurung Kelapa Jadi Air Fresh Bag Bernilai Ekonomi di Inhil

datariau.com
62 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Limbah Tempurung Kelapa Jadi Air Fresh Bag Bernilai Ekonomi di Inhil

INDRAGIRI HILIR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 di Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah tempurung kelapa melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan Air Fresh Bag, produk penyerap bau alami yang memiliki nilai ekonomi.

Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah limbah tempurung kelapa yang selama ini umumnya hanya dijadikan bahan baku arang atau dijual dalam bentuk mentah. Padahal, Kabupaten Indragiri Hilir dikenal sebagai daerah penghasil kelapa terbesar di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk pengembangan produk berbasis sumber daya lokal.

Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai proses pengolahan tempurung kelapa menjadi arang berkualitas melalui tahapan aktivasi fisika, karakteristik arang sebagai penyerap bau alami, hingga teknik pengemasan produk agar memiliki daya tarik dan nilai jual di pasaran.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Manfaatkan Tempurung Kelapa Menjadi Briket Arang di Desa Seberang Pebenaan


Air Fresh Bag memanfaatkan arang tempurung kelapa yang memiliki struktur berpori sehingga mampu menyerap kelembapan, bau tidak sedap, serta menjaga kesegaran udara di berbagai ruangan tertutup, seperti mobil, lemari pakaian, rak sepatu, kamar tidur, hingga ruang penyimpanan.

Selain ramah lingkungan, produk ini dapat digunakan berulang kali dengan cara dijemur di bawah sinar matahari untuk mengembalikan kemampuan daya serapnya.

Pada kesempatan tersebut, Tim KUKERTA Berdampak UNRI juga memperkenalkan dua varian Air Fresh Bag, yakni Original yang mempertahankan aroma alami arang tempurung kelapa dan Coffee yang dipadukan dengan aroma kopi sehingga memberikan sensasi harum yang lebih khas.

Baca juga:Melalui Pembuatan Briket, Mahasiswa Kukerta UNRI Melakukan Upaya Optimalisasi Potensi Desa Sungai Dusun


Pelatihan mendapat sambutan positif dari masyarakat Kelurahan Sungai Salak. Salah seorang peserta mengaku telah mencoba menggunakan Air Fresh Bag di kamar mandi rumahnya.

"Produk ini sangat bagus dan bermanfaat. Saya sudah mencoba menggunakannya di kamar mandi, dan hasilnya membuat ruangan terasa lebih segar dengan aroma yang nyaman. Saya sangat senang karena selain bermanfaat, produk ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha masyarakat," ungkapnya.

Koordinator Tim KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Kelurahan Sungai Salak, Asral, S.T., M.Eng., Ph.D, mengatakan inovasi tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru melalui pemanfaatan potensi lokal.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI 2024 Sosialisasi dan Edukasi Pembuatan Briket dari Limbah Tempurung Kelapa kepada Warga Desa Gemilang Jaya


"Dengan potensi kelapa yang sangat besar di Kabupaten Indragiri Hilir, kami berharap masyarakat tidak hanya menjual tempurung kelapa sebagai bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Air Fresh Bag menjadi salah satu contoh inovasi sederhana yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan daerah," ujarnya.

Program ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Tempuling dan Pemerintah Kelurahan Sungai Salak yang menilai inovasi mahasiswa mampu mendorong pemanfaatan limbah berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.

Perwakilan Pemerintah Kecamatan Tempuling, **Davitra, S.E**, berharap program tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan semata.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa Kukerta UNRI Mengubah Tempurung Kelapa Menjadi Briket Ramah Lingkungan


"Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan limbah tempurung kelapa menjadi produk yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan melalui pendampingan, pengembangan produk, hingga pemasaran agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Pemerintah Kecamatan juga berharap terjalin kerja sama berkelanjutan antara Universitas Riau, pemerintah daerah, dan masyarakat sehingga Air Fresh Bag dapat berkembang menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

Senada dengan itu, Pemerintah Kelurahan Sungai Salak menilai inovasi tersebut berpotensi meningkatkan nilai ekonomi limbah tempurung kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sekaligus menjadi produk khas Kelurahan Sungai Salak dan Kecamatan Tempuling.

Baca juga:Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Tempurung Kelapa Menjadi Briket Oleh Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 61 di Kampung Rawang Kao Barat


Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan program, Tim KUKERTA Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 turut menyerahkan brand Air Fresh Bag kepada Pemerintah Kecamatan Tempuling dan Pemerintah Kelurahan Sungai Salak.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)