PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket bersama masyarakat Kampung Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Rabu (21/9/2022).
Briket tempurung kelapa dapat dijadikan sebagai alternatif bahan bakar. Briket tempurung kelapa ini bisa di olah, di proses dan di manfaatkan sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah dan gas elpiji. Namun, di Kampung Rawang Kao Barat briket tempurung kelapa belum banyak digunakan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana pembuatan briket dan pemakaian briket.
Kegiatan sosialisasi dan pelatihan briket tempurung kelapa ini untuk menyadarkan masyarakat, bahwa dari pada tempurung kelapa dibuang begitu saja, alangkah baiknya jika dimanfaatkan. Selain menambah nilai guna dari tempurung kelapa, sebagai bahan bakar alternatif juga dapat menambahn income dengan memasarkannya. Hal ini dikarenakan pohon kelapa termasuk dalam pohon serbaguna, dimana hampir setiap bagian dari pohon kelapa dapat dimanfaatkan. Selain memiliki banyak manfaat, Pohon kelapa juga menghasilkan limbah yang cukup banyak. Salah satu limbah dari pohon kelapa adalah Tempurung Kelapa.
Tempurung kelapa merupakan kulit buah kelapa yang memiliki tekstur keras, dan berwarna coklat. Tempurung kelapa sendiri bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan briket.
Briket merupakan arang aktif yang biasa digunakan untuk memasak, ataupun keperluan pengapian. Briket tempurung kelapa memiliki kelebihan yaitu lebih tahan lama, bara yang lebih terang, dan lebih panas daripada briket biasa.
Penggunaan briket dapat digunakan di kehidupan sehari-hari, seperti bahan bakar untuk memasak. Inovasi pembuatan briket dari limbah tempurung kelapa dapat memberikan manfaat banyak sekali, selain dari kelebihan yang dimilikinya, dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa ini dapat meminimalisir terjadinya pencemaran lingkungan yang diakibatkan limbah tempurung kelapa.
Briket ini nantinya dapat didistribusikan lebih lanjut diberbagai wilayah Indonesia, bahkan saat ini briket tempurung kelapa di gadang gadang sebagai briket terbaik di pasar internasional sehingga dapat menambah penghasilan bagi masyarakat Kampung Rawang Kao Barat. Disesi penjelasan materi dilakukan juga praktek pembuatan briket tempurung kelapa secara langsung. Dan adapun bahan yang digunakan dalam pembuatan briket yaitu tempurung kelapa, tepung kanji dan air.
Kegiatan ini di laksanakan di Perpustakaan Setia Sehati Kampung Rawang Kao Barat dengan dihadiri oleh Penghulu, Kerani, PKK dan masyarakat yang berada di Kampung Rawang Kao Barat. Ketua pelaksana kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini dilakukan sebagai bentuk inovasi dari mahasiswa KKN yang diharapkan bisa membantu masyarakat dalam menggunakan sumber daya local atau potensi kampung yang dapat dimanfaatkan.
Pada sesi akhir kegiatan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket dilakukan penyerahan sertifikat partisipan dan modul pembuatan briket tempurung kelapa dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 61 kepada perwakilan PKK. (Rls)