Mahasiswa Kukerta UNRI Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Pangkalan Makmur Lewat Pendampingan Pembuatan QRIS

datariau.com
61 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Dorong Digitalisasi UMKM di Desa Pangkalan Makmur Lewat Pendampingan Pembuatan QRIS

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program sosialisasi digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pendampingan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi para pelaku usaha di Desa Pangkalan Makmur, Kabupaten Siak, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembayaran digital sekaligus meningkatkan daya saing usaha di era transformasi digital.

Sebanyak sepuluh mahasiswa Kukerta UNRI terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, yakni Ilham Febrian Syah, Atika Nur Fadillah, Sri Riani N. Nasution, Cici Siregar, Nadilla, Sondang Raya, Dinda Syovia Utami, Ariqah Fadliyah, Rio Vincent, dan Silvia Ningrum.

Baca juga:Pedagang UMKM Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru Ikuti Perkembangan Digital dengan Pembayaran QRIS


Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya digitalisasi UMKM, manfaat penggunaan QRIS, serta perkembangan sistem pembayaran non-tunai yang kini semakin banyak digunakan masyarakat. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa QRIS menjadi salah satu solusi pembayaran yang praktis, aman, dan efisien bagi pelaku usaha.

Selain mempermudah proses transaksi, penggunaan QRIS juga memberikan kemudahan bagi pelanggan karena dapat digunakan melalui berbagai aplikasi dompet digital maupun layanan mobile banking hanya dengan satu kode QR.

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM yang belum memiliki sistem pembayaran digital. Mahasiswa membantu peserta mulai dari proses pendaftaran, melengkapi persyaratan administrasi, hingga memastikan QRIS telah aktif dan dapat digunakan untuk menerima pembayaran.

Baca juga:Qris: Dibaca Kris atau Kiyuris? Ini Jawabannya


Perwakilan mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengatakan masih banyak pelaku UMKM, khususnya di wilayah pedesaan, yang belum memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana transaksi. Padahal, sistem pembayaran digital dinilai mampu memberikan berbagai keuntungan, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen.

"Melalui penggunaan QRIS, pelaku UMKM tidak perlu lagi menyediakan uang kembalian dan dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital maupun mobile banking hanya dengan satu kode QR. Kami berharap para pelaku usaha di Desa Pangkalan Makmur semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan," ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai mekanisme penggunaan QRIS, proses pencairan dana hasil transaksi, hingga aspek keamanan pembayaran digital.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Sosialisasi Pembayaran Digital QRIS Kepada Pelaku UMKM Desa Lereng


Pendampingan secara langsung tersebut membuat peserta lebih mudah memahami setiap tahapan penggunaan QRIS, mulai dari proses registrasi hingga praktik penggunaannya dalam transaksi sehari-hari.

Program ini mendapat respons positif karena dinilai mampu memberikan solusi nyata terhadap kebutuhan pelaku usaha dalam mengikuti perkembangan sistem pembayaran modern. Dengan memanfaatkan QRIS, pelaku UMKM diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, praktis, dan profesional kepada pelanggan.

Penulis
: Sri Riani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)