INHIL, datariau.com - Sesuai dengan SDGS Goals pembangunan berkelanjutan, Mahasiswa Kukerta Universitas Riau melakukan kegiatan demonstrasi pembuatan briket ramah lingkungan bersama siswa dan siswi MTS Nurul Hidayah Kelurahan Pangkalan Tujuh Kecamatan Tempuling Kabupaten Inhil.
Demonstrasi pembuatan briket ramah lingkungan ini mengusung tema sosialisasi berdaya briket ramah lingkungan. Demonstrasi dilakukan pada 3 Agustus 2024 bertempat di MTS Nurul Hidayah Kelurahan Pangkalan Tujuh.
Hal ini didasari karena sumber daya alam yang terdapat di Kelurahan Pangkalan Tujuh Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir adalah kelapa, namun masyarakat lokal hanya terfokus pada pengolahan hasil daging buah sebagai hasil utama.
Dalam proses pengolahan tempurung kelapa sering kali hanya dianggap sebagai limbah yang tidak bernilai dan sering kali dibuang atau dibakar secara sembarangan, sehingga menimbulkan masalah lingkungan seperti polusi udara dan penumpukan sampah.
Pembuatan briket dari tempurung kelapa dapat menghasilkan sumber energi terbarukan yaitu alternatif bahan bakar yang lebih murah, mudah diakses dan dapat menjadi solusi pengolahan limbah yang lebih inovatif dan efisien.
Selain itu pembuatan briket dari tempurung kelapa juga memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat, dengan mengolah limbah tempurung kelapa menjadi briket masyarakat dapat menciptakan lapangan kerja baru meningkatkan pendapatan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Beberapa alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan briket dari tempurung kelapa diantaranya alat cetak briket, alat penumbuk arang, kompor, panci, saringan/ayakan, wadah, air, arang tempurung kelapa dan tepung kanji.
Untuk pembuatan briket ramah lingkungan cukup mudah dilakukan proses pertama yaitu menumbuk arang kelapa setelahnya diayak untuk menghasilkan arang yang lebih halus seperti tepung lalu rebus tepung kanji dan air menjadi seperti lem, aduk kanji dan arang sampai bertekstur seperti plastisin lalu cetak dan langkah terakhir jemur kurang lebih 2 sampai 3 hari untuk hasil yang maksimal.
Demonstrasi pembuatan briket dari tempurung kepala ini melibatkan instansi pendidikan, dengan tujuan mengedukasi kepada generasi muda bahwa limbah tempurung kelapa yang tidak bernilai dapat diolah dan menjadi salah satu sumber pendapatan dengan harapan di masa depan dapat terealisasikan dan dikembangkan lebih luas.
Adapun Mahasiswa Kukerta UNRI Kelurahan Pangkalan Tujuh terdiri dari 10 orang yakni Elma Chanifah, Bella Angelia Syadtari, Dio Rayhansyah Pane, M Fajri, Ryan Ade Putra, Luthfia Azzahra, Nur Nahda Aznajah, Divia Zikirova, Nina Edlyna Clara dan Ilham Gusnaidi, dengan Dosen Pembimbing Lapangan Chairul Mukiyat ST MT, dan didukung oleh Lurah Pangkalan Tujuh Ayu Nofrianti Anwar SSosI. ***