PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 terus menunjukkan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kolaborasi bersama peternak lokal di Desa Rawa Bangun dalam pembuatan silase sebagai pakan alternatif ternak yang lebih praktis, efisien, dan bernilai ekonomis.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama Pak Lasiman, salah seorang peternak di Desa Rawa Bangun. Selain membantu proses pembuatan silase, mahasiswa juga berdiskusi mengenai teknik pengolahan pakan ternak yang tepat sebagai upaya meningkatkan produktivitas peternakan masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi wujud implementasi program Kukerta Berdampak UNRI yang tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga mendorong mahasiswa belajar langsung dari masyarakat melalui pemanfaatan potensi desa.
Baca juga:Makaru, Inovasi Camilan Daun Ubi Singkong Khas Riau Antarkan Tim Mahasiswi FEB Universitas Riau Raih Pendanaan P2MW 2026
Silase sendiri merupakan pakan ternak hasil fermentasi berbagai bahan hijauan, seperti rumput, batang dan daun jagung, serta tanaman pakan lainnya. Melalui proses fermentasi dalam wadah tertutup rapat, silase dapat disimpan dalam waktu lama sehingga menjadi cadangan pakan yang sangat membantu peternak, terutama saat ketersediaan rumput segar terbatas.
Dalam praktiknya, mahasiswa bersama Pak Lasiman memulai proses dengan menyiapkan dan mencacah bahan hijauan. Selanjutnya, bahan dimasukkan ke dalam tong secara bertahap sambil dipadatkan pada setiap lapisan.
Setiap lapisan kemudian diberi tambahan dedak atau bekatul maupun tetes tebu (molase) sebagai bahan pendukung fermentasi. Proses tersebut dilakukan berulang hingga tong terisi penuh dan ditutup rapat agar fermentasi berlangsung optimal.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Cegah Diabetes Melitus Lewat Pemanfaatan TOGA
Silase baru dapat digunakan setelah melalui proses fermentasi minimal selama 10 hari. Apabila bahan hijauan yang digunakan memiliki kadar air rendah atau cenderung kering, penambahan EM4 dianjurkan untuk membantu mempercepat proses fermentasi.
Pak Lasiman mengaku penggunaan silase memberikan banyak manfaat dalam aktivitas beternak sehari-hari. Menurutnya, keberadaan stok silase mampu mengurangi ketergantungan terhadap rumput segar yang harus dicari setiap hari.
"Dengan adanya silase, saya tidak perlu setiap hari mencari rumput dalam jumlah banyak. Jika persediaan silase sudah ada, pakan ternak dapat langsung diberikan. Ternak juga lebih lahap makan dan bobotnya bertambah," ujar Pak Lasiman.
Baca juga:
Google Student Ambassador Universitas Riau Adakan Gemini Chill and Create: Live Editorial Collaboration
Ia menjelaskan, sebelum mengenal silase dirinya harus rutin menyabit rumput setiap hari untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak. Kini, waktu dan tenaga yang sebelumnya digunakan mencari pakan dapat dialihkan untuk mengurus aspek lain dalam pemeliharaan ternak.
Bagi mahasiswa Kukerta, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mereka tidak hanya membantu proses pembuatan silase, tetapi juga ikut bertukar gagasan dengan peternak mengenai pemanfaatan bahan hijauan yang tersedia di desa.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memahami secara langsung praktik pengelolaan pakan ternak di lapangan. Sebaliknya, peternak juga memperoleh masukan mengenai teknik penyimpanan pakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Kenalkan Biopori sebagai Solusi Genangan di Lahan Cabai Desa Ketam Putih
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghasilkan solusi sederhana namun berdampak besar terhadap peningkatan produktivitas sektor peternakan.
Program tersebut juga sejalan dengan semangat Kukerta Berdampak UNRI Tahun 2026 yang mendorong mahasiswa hadir di tengah masyarakat, belajar dari kondisi riil desa, sekaligus memberikan kontribusi sesuai kebutuhan dan potensi wilayah.
Melalui kolaborasi seperti ini, diharapkan masyarakat Desa Rawa Bangun semakin terbantu dalam mengelola usaha peternakan, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman nyata tentang pentingnya inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan semangat gotong royong sebagai bekal menjadi lulusan yang mampu memberikan solusi bagi pembangunan daerah.***
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Kenalkan Ecoprint kepada Anak-anak Desa Kelemantan Barat