DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) menggelar penyuluhan bertajuk "Panduan Pintar Memilih Pangan Asal Hewan yang Baik dan Segar" di Posyandu Kenanga, Kelurahan Bagan Besar Timur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya memilih pangan asal hewan yang berkualitas guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mencegah stunting.
Penyuluhan diikuti oleh para ibu balita dan masyarakat setempat yang tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi pangan asal hewan yang aman, sehat, dan bergizi sebagai salah satu faktor penunjang tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa pangan asal hewan seperti daging, susu, dan telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung sembilan asam amino esensial. Kandungan tersebut tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga harus diperoleh melalui makanan.
Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Gelar Seminar Edukasi Stunting di Desa Payarumbai, Libatkan Puluhan Ibu dan Anak
Protein hewani memiliki peran penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, mendukung pertumbuhan anak, serta membantu pembentukan enzim, hormon, dan antibodi yang berfungsi menjaga sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan protein hewani sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pertumbuhan optimal anak dan mencegah terjadinya stunting.
Selain membahas kandungan gizi, mahasiswa juga mengenalkan konsep Pangan ASUH, yaitu pangan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Konsep ini menjadi pedoman bagi masyarakat dalam memilih produk pangan asal hewan yang layak dikonsumsi sehingga mampu memberikan manfaat kesehatan secara maksimal.
Pada sesi penyuluhan, peserta diberikan panduan praktis dalam memilih daging yang berkualitas. Daging yang baik memiliki warna merah segar, tekstur kenyal, tidak berlendir, serta tidak mengeluarkan bau yang menyengat atau busuk. Ciri-ciri tersebut penting diketahui agar masyarakat terhindar dari mengonsumsi daging yang telah mengalami penurunan mutu maupun terkontaminasi.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta Berdampak Khusus UNRI Serahkan Peralatan Produksi, KUB Desa
Rumbio Mulai Produksi Tahap II Frozen Food Ikan Patin
Sementara itu, untuk produk susu, masyarakat diimbau agar selalu memeriksa kondisi kemasan sebelum membeli maupun mengonsumsi. Kemasan harus dalam keadaan utuh dan tidak rusak, serta mencantumkan tanggal kedaluwarsa dan izin edar yang jelas. Selain itu, penyimpanan susu juga harus dilakukan sesuai petunjuk agar kualitas dan kandungan gizinya tetap terjaga.
Mahasiswa juga mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pangan asal hewan yang tidak memenuhi standar keamanan. Produk hewani yang tercemar berpotensi mengandung bakteri patogen seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), dan Staphylococcus aureus.
Keberadaan bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pencernaan yang memicu diare berulang. Kondisi ini berpotensi menghambat penyerapan zat gizi dalam tubuh sehingga pertumbuhan anak menjadi terganggu dan risiko stunting meningkat.
Melalui penyuluhan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin memahami bahwa memilih pangan asal hewan yang berkualitas merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan keluarga. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat lebih cermat dalam memilih bahan pangan yang dikonsumsi.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Hijaukan Desa Dusun Pusaka, Tanam Bibit Durian dan Jengkol Bernilai Ekonomis
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa Kukerta Universitas Riau dalam mendukung program peningkatan gizi masyarakat dan percepatan penurunan angka stunting. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, kuat, cerdas, serta bebas dari stunting.***