SMM PANEL INDO

Tingkatkan Kualitas Air Bersih, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 52 Hadirkan Instalasi Filter Air di Masjid Baitul Rahim Dusun Pusaka

datariau.com
111 view
Tingkatkan Kualitas Air Bersih, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 52 Hadirkan Instalasi Filter Air di Masjid Baitul Rahim Dusun Pusaka
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 52 menghadirkan instalasi filter air sederhana di Masjid Baitul Rahim, Kampung Dusun Pusaka, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 52 menghadirkan instalasi filter air sederhana di Masjid Baitul Rahim, Kampung Dusun Pusaka, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

Program tersebut dilaksanakan pada 22-23 Agustus 2026 sebagai salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN UMRI terhadap kebutuhan air bersih masyarakat, khususnya para jemaah yang memanfaatkan fasilitas air di lingkungan masjid untuk bersuci maupun kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran instalasi filter air ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dan aplikatif untuk membantu meningkatkan kualitas air yang digunakan di lingkungan Masjid Baitul Rahim.

Sebelum dilakukan proses penyaringan, kondisi air di masjid diketahui berwarna kekuningan dan memiliki bau yang menyerupai zat besi. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya kandungan zat besi (Fe) pada sumber air yang digunakan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 52 berinisiatif merancang dan membuat alat filter air sederhana dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh serta relatif terjangkau.

Dalam pembuatannya, instalasi filter menggunakan ember atau tong plastik, rangkaian pipa PVC beserta sambungannya, serta kran air. Sementara itu, media penyaringan disusun secara berlapis di dalam tabung filter yang terdiri atas kerikil, pasir, karbon aktif, serta ijuk atau kapas filter.

Setiap lapisan media penyaring memiliki fungsi masing-masing, mulai dari membantu menyaring kotoran dan partikel, meningkatkan kejernihan air, hingga membantu mengurangi bau serta kandungan organik tertentu.

Proses pembuatan diawali dengan menyiapkan ember atau tong plastik dan membuat lubang sesuai dengan posisi pipa masuk dan keluar. Selanjutnya, mahasiswa memasang pipa PVC dan tabung filter pada bagian yang telah ditentukan.

Media penyaring kemudian dimasukkan secara berurutan, mulai dari kerikil, pasir, karbon aktif, hingga ijuk atau kapas. Seluruh sambungan pipa direkatkan menggunakan lem PVC dan seal tape untuk meminimalkan risiko kebocoran.

Setelah rangkaian selesai, alat diuji dengan mengalirkan air untuk memastikan seluruh komponen terpasang dengan kuat dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Mahasiswa KKN UMRI juga melakukan pengujian sederhana dengan membandingkan sampel air sebelum dan sesudah melewati proses penyaringan. Perbandingan dilakukan berdasarkan perubahan warna, bau, dan tingkat kekeruhan. Apabila alat ukur tersedia, pengujian juga dapat dilakukan terhadap parameter pH dan Total Dissolved Solids (TDS).

Dari pengujian tersebut, terlihat adanya perubahan kondisi air. Air yang sebelumnya berwarna kekuningan dan memiliki bau zat besi menjadi lebih jernih serta mengalami pengurangan bau setelah melewati rangkaian media penyaring.

Pengujian dilakukan beberapa kali untuk melihat konsistensi perubahan kondisi air dan memberikan gambaran mengenai efektivitas instalasi filter yang dibuat mahasiswa.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 52 berharap instalasi filter air dapat memberikan manfaat bagi jemaah Masjid Baitul Rahim, terutama dalam memperoleh air yang lebih jernih dan nyaman digunakan.

Selain memberikan manfaat langsung, program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh sederhana bagi masyarakat mengenai pengolahan air menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan dengan biaya yang relatif terjangkau.

Instalasi filter air tersebut menjadi salah satu bagian dari program kerja mahasiswa KKN UMRI Kelompok 52 selama melaksanakan pengabdian di Kampung Dusun Pusaka.

Mahasiswa berharap fasilitas yang telah dibuat dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh pengurus masjid bersama masyarakat setempat. Dengan demikian, manfaat program tersebut dapat dirasakan secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.***

Penulis: Kelompok 52 Mahasiswa KKN 2026 Universitas Muhammadiyah Riau

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)