Mahasiswa KKN UNRI Gelar Seminar Edukasi Stunting di Desa Payarumbai, Libatkan Puluhan Ibu dan Anak

datariau.com
116 view
Mahasiswa KKN UNRI Gelar Seminar Edukasi Stunting di Desa Payarumbai, Libatkan Puluhan Ibu dan Anak

INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) menggelar seminar edukasi kesehatan tentang pencegahan tengkes (stunting) di Desa Payarumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Seminar yang dilaksanakan di Gedung Seni Desa Payarumbai tersebut dimulai pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan Rahmawati Simatupang sebagai pemateri utama. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahan stunting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan diikuti oleh 25 orang ibu beserta 14 anak-anak. Kehadiran para ibu menjadi fokus utama karena mereka memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan, pemenuhan gizi, dan pola asuh anak sejak dini.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Luncurkan Website Potensi Desa Ngaso, Dorong Digitalisasi dan Promosi UMKM


Perwakilan Mahasiswa KKN UNRI Desa Payarumbai mengatakan seminar ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting yang masih menjadi perhatian di berbagai daerah.

"Kami melihat pentingnya edukasi ini agar para ibu di Desa Payarumbai memahami bahwa pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak sangat menentukan masa depan mereka," ujarnya.

Dalam pemaparannya, Rahmawati Simatupang menjelaskan empat poin utama terkait stunting. Pertama, definisi stunting sebagai kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak Khusus UNRI Serahkan Peralatan Produksi, KUB Desa Rumbio Mulai Produksi Tahap II Frozen Food Ikan Patin


Kedua, penyebab utama stunting yang meliputi kurangnya asupan nutrisi selama masa kehamilan, pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan anak, serta pola pengasuhan yang belum optimal.

Ketiga, dampak stunting terhadap tumbuh kembang anak, mulai dari penurunan kemampuan kognitif, terganggunya perkembangan fisik, hingga menurunnya daya tahan tubuh sehingga anak lebih rentan terserang penyakit.

Selanjutnya, peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, serta penerapan sanitasi dan pola hidup bersih.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Hijaukan Desa Dusun Pusaka, Tanam Bibit Durian dan Jengkol Bernilai Ekonomis


Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi dan berdiskusi dengan pemateri. Sejumlah ibu memanfaatkan sesi tanya jawab untuk berkonsultasi mengenai pola makan anak, pemberian ASI, hingga upaya menjaga kesehatan keluarga.

Ketua pelaksana seminar stunting berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Kelompok 40 Hijaukan Kampung Tengah Lewat Penanaman Bibit dan Gotong Royong Bersama Warga


"Kami berharap dengan adanya seminar ini dapat meningkatkan kesadaran warga Desa Payarumbai tentang pentingnya pemberian ASI serta pemenuhan gizi yang cukup agar anak-anak terhindar dari stunting," ujarnya.

Penulis
: M Fakhri Hafizh
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)