Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Sungai Geniot

datariau.com
68 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi di Sungai Geniot

DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah bersama ibu-ibu Kelurahan Sungai Geniot, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, Senin (6/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus memberikan keterampilan yang berpotensi menjadi peluang usaha.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu program kerja unggulan Tim Kukerta UNRI Kelurahan Sungai Geniot. Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas perwakilan ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga mengikuti kegiatan dengan antusias di Kantor Kelurahan Sungai Geniot.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan. Mahasiswa Kukerta UNRI, Viana Afriani, menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dibuang ke tanah dapat menutup pori-pori tanah sehingga mengganggu tingkat kesuburannya. Sementara itu, minyak jelantah yang dibuang ke saluran air maupun perairan dapat menyebabkan penyumbatan saluran drainase serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi PHBS di SDN Plus 006 Desa Muda Setia, Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini


Dalam pemaparannya, Viana juga menjelaskan bahwa minyak jelantah masih memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Salah satu produk yang diperkenalkan kepada peserta adalah lilin aromaterapi yang memiliki nilai jual serta ramah lingkungan.

Setelah sesi penyampaian materi, pelatihan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin aromaterapi. Peserta diajak mengikuti setiap tahapan proses pengolahan minyak jelantah, mulai dari penyaringan untuk menghilangkan kotoran, perendaman menggunakan arang guna mengurangi bau dan warna, hingga pencampuran dengan asam stearin, pewarna, serta minyak esensial sebagai pemberi aroma. Selanjutnya, campuran tersebut dicetak dan dikemas menjadi produk lilin aromaterapi yang siap digunakan maupun dipasarkan.

Baca juga:Mengubah Limbah Menjadi Berkah, Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Desa Sungai Rabit Membuat Lilin dari Minyak Jelantah


Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik, mulai dari proses pencampuran bahan hingga pencetakan lilin. Berbagai pertanyaan juga diajukan mengenai cara memperoleh bahan baku, menentukan komposisi campuran yang tepat, hingga strategi pemasaran apabila produk tersebut dikembangkan sebagai usaha rumahan.

Penanggung jawab program kerja pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, Viana Afriani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong lahirnya produk kreatif berbasis ekonomi sirkular.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa minyak jelantah tidak harus dibuang begitu saja. Dengan pengolahan yang tepat, limbah tersebut dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, ramah lingkungan, bahkan memiliki nilai jual sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.

Baca juga:Kukerta UNRI Desa Seberang Pebenaan Adakan Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah


Lurah Sungai Geniot, Abdul Hafis, SE., memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang menghadirkan program edukatif dan aplikatif bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif mahasiswa KUKERTA Universitas Riau. Program seperti ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena selain mengurangi pencemaran lingkungan, juga membuka peluang bagi warga untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah semakin meningkat," katanya.

Baca juga:Kreatif, Tim Kukerta UNRI Sulap Minyak Jelantah Menjadi Sabun


Salah seorang peserta, Sulastri, yang merupakan anggota PKK RT 005 Kelurahan Sungai Geniot, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui pelatihan tersebut.

"Selama ini minyak jelantah di rumah hanya kami buang. Mengikuti kegiatan dari mahasiswa KUKERTA UNRI menjadi wadah berbagi pengetahuan. Ternyata minyak tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi lilin aromaterapi yang cantik dan memiliki nilai ekonomi. Ilmu seperti ini sangat bermanfaat bagi kami," tuturnya.



Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Wila Sari Arien, S.Pd., M.Pd., sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga:Mahasiswa UNRI Sukses Sosialisasikan Inovasi Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah di Desa Bandar Sungai


Tim Kukerta UNRI Kelurahan Sungai Geniot yang menyelenggarakan kegiatan terdiri atas 10 mahasiswa, yakni Muhammad Baihaqi Wardana selaku ketua kelompok bersama Natasya Rahmadani, Chinta Fitri Aisyah, Sentia Elviana Hutabarat, Aurora Bellatrix De Novin, Viana Afriani, Renata Deliana, Hanni Syajida, Habib Al Dzahaby, dan Fatimah Azzahra.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengelola minyak jelantah secara bijak dan tidak membuangnya sembarangan. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, keterampilan mengolah limbah menjadi lilin aromaterapi diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai produk kreatif yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat Kelurahan Sungai Geniot.

Baca juga:Dari Dapur Jadi Usaha: Mahasiswa UMRI Ajak Ibu PKK Ubah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aroma Terapi dan Cara Pembuatan Sabun Cair


Dengan menggabungkan aspek pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, program ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa Kukerta Universitas Riau dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan, inovatif, serta mampu memanfaatkan potensi limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai jual.***

Penulis
: Viana Afriani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)