Mengubah Limbah Menjadi Berkah, Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Desa Sungai Rabit Membuat Lilin dari Minyak Jelantah

datariau.com
553 view
Mengubah Limbah Menjadi Berkah, Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Desa Sungai Rabit Membuat Lilin dari Minyak Jelantah

DATARIAU.COM - Mahasiswa Universitas Riau yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di Desa Sungai Rabit mendapati bahwa desa tidak memiliki tempat pembuangan akhir.

Mayoritas masyarakat desa membuang sampah dan limbah langsung ke sungai serta ada juga yang membakarnya.

Hal ini yang membuat mahasiswa menjadikan masalah ini sebagai fokus utama dari program kerja yang dilakukan selama waktu 40 hari, yaitu meminimalisir kebiasaan membuang sampah dan limbah sembarangan oleh masyarakat desa, dimulai dari tingkatan SD hingga lingkup ibu-ibu.

Berdasar pada permasalahan ini, langkah yang dibuat oleh Mahasiswa Kukerta Universitas Riau adalah membuat sebuah inovasi terkait permasalahan yang ada, yaitu dengan pembuatan lilin aroma terapi menggunakan minyak jelantah serta bahan tambahan palm wax dan pewangi.

Palm wax adalah sebuah bahan dasar yang sangat sering digunakan dalam pembuatan lilin. Palm wax berasal dari buah palem yang bersifat biodegradable serta dapat larut dalam air. Oleh karena itu, palm wax digunakan dalam inovasi ini karena bahannya termasuk kedalam bahan yang ramah lingkungan.

Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan maupun hewan yang kemudian dimurnikan dan akan berbentuk cair jika dalam suhu kamar, kemudian minyak ini dapat digunakan untuk menggoreng makanan.

Minyak yang telah dipakai terus menerus sebanyak 2-4 kali dapat disebut dengan minyak bekas atau minyak jelantah. Minyak jelantah merupakan sebuah limbah yang telah mengandung zat-zat berbahaya salah satunya karsinogenik dengan jumlah asam dan peroksida yang tinggi.

Pemakaian minyak secara terus menerus bukan hanya akan menurunkan kualitas minyak tersebut tetapi juga akan menurunkan kualitas bahan pangan yang dimasak. Banyaknya penggunaan minyak goreng membuat warga negara Indonesia masih membuang limbah minyak ke lingkungan secara sembarangan, contohnya seperti dibuang ke sungai, selokan, dan langsung ke tanah.

Pembuangan begitu saja tentunya dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Maka dari itu, pembuatan lilin ini dapat membantu meminimalisirkan pembuangan minyak secara sembarangan.

Pembuatan lilin aroma terapi ini dilakukan pada 8 Agustus 2024 yang bertempat di dalam Gor Samiaji, Desa Sungai Rabit, Indragiri Hilir, Riau. Pembuatan ini melibatkan ibu-ibu yang ada di lingkungan Desa Sungai Rabit, dengan persetujuan Kepala Desa dan Ketua PKK setempat. Acara ini sangat disambut antusiasme oleh ibu-ibu yang hadir, hal ini dapat diketahui dari penuturan salah satu ibu-ibu yang menghadiri acara.

"Selama ini, kami sering kebingungan untuk mengelola minyak bekas setelah memasak. Biasanya, minyak jelantah ini hanya dibuang begitu saja. Namun, dengan adanya pelatihan ini, kami jadinya paham cara memanfaatkannya menjadi hal yang lebih bermanfaat. Ini ilmu yang sangat berharga bagi kami," ucap ibu Juminten.

Ketua PKK Muryanti juga memberikan komentar positif dengan mengatakan inovasi ini sangat bermanfaat terutama ibu-ibu rumah tangga dalam mengurangi limbah rumah tangga yang sulit dikelola. Selain itu, pembuatan lilin ini bisa menjadi peluang usaha untuk ibu-ibu di Desa Sungai Rabit.

"Saya tentunya sangat mengapresiasi inovasi ini, terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah membagikan ilmu dan pengetahuan kepada kami," katanya.

Untuk pembuatan lilin aroma terapi ini sebenarnya cukup mudah namun memerlukan waktu yang cukup lama. Proses pertama yaitu menyaring minyak jelantah kedalam wadah lalu rendam semalaman menggunakan arang aktif.

Keesokannya saring kembali minyak yang telah direndam dan letakkan ke dalam wadah tahan panas. Timbang minyak dan palm wax dengan perbandingan berat 1:1 dan masukkan palm wax ke dalam wadah berisi minyak, hal ini dilakukan agar lilin yang dibuat tidak terlalu lunak ataupun cepat mengeras.

Aduk rata antara minyak dan palm wax hingga mengental, lalu didihkan air yang diletakkan ke dalam panci besar. Setelah dipastikan air sudah mendidih, masukkan wadah campuran minyak dan palm wax kedalamnya, aduk hingga tekstur berubah menjadi cair.

Masukkan pewangi serta pewarna yang ingin ditambahkan, dapat berupa pewangi buatan ataupun pewangi alami seperti sereh dan daun pandan. Siapkan cetakan yang telah diberi sumbu didalamnya, cetakan yang mahasiswa gunakan ialah berupa bambu dan kaleng bekas minuman. Tuangkan cairan lilin tersebut lalu tunggu hingga membeku.

Pembuatan lilin ini selain memiliki tujuan mengedukasi masyakat desa dalam pemanfaatan limbah serta sampah-sampah yang ada di lingkungan, inovasi ini memiliki tujuan lain yaitu hasil dari pembuatan lilin ini bisa menjadi ide UMKM yang dapat dilakukan oleh masyarakat Desa Sungai Rabit.

Mahasiswa Kukerta Universitas Riau sangat mengharapkan inovasi ini dapat menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang dapat terealisasikan dan dikembangkan di masa depan.

Adapun Mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang mengabdi di Desa Sungai Rabit, Indragiri Hilir ini terdiri dari 9 orang mahasiswa yakni Erman, Istiazah Putri Asevi, Aliska Aprilia Saputri, Syakinah Dwi Nur, Finola Rahmasari, Nurul Fadhilah Rumahorbo, Rosinar Siboro, Muhammad Ismail dan Chaesar Sauqy, dengan Zuqni Meldha ST MT sebagi Dosen Pembimbing Lapangan, didukung Kepala Desa Sungai Rabit Ikwanto. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)