DUMAI, datariau.com-Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Angsana di Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan (STDI), Kota Dumai, terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026, Posyandu Angsana meluncurkan inovasi PUSARU (Putar Sampah Jadi Rupiah), sebuah program pengelolaan sampah yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Inovasi ini mendapat dukungan penuh dari Lurah STDI, Ns. Imelda SKep, yang secara aktif mendorong lahirnya berbagai program kreatif sesuai kebutuhan masyarakat.
Program PUSARU merupakan pengembangan dari gagasan yang sebelumnya telah disusun oleh pihak Posyandu Angsana. Saat proses evaluasi oleh pihak puskesmas pada 9 Juli 2026, posyandu didorong untuk menghadirkan inovasi yang mampu memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Menindaklanjuti hal tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Ilham Ilahi SPi MSi, turut berkontribusi dalam menyusun konsep, memberi nama program, serta menawarkan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.
Melalui PUSARU, masyarakat yang datang ke posyandu tidak hanya memperoleh layanan kesehatan, tetapi juga dapat membawa sampah daur ulang, seperti botol plastik, kardus, dan kaleng, untuk ditimbang dan dicatat. Sampah tersebut selanjutnya akan dijual sehingga memiliki nilai ekonomi bagi penyetornya.
Kader Posyandu Angsana, Sri Dewi, mengatakan bahwa ide pengelolaan sampah sebenarnya telah direncanakan sejak awal. Namun, program tersebut membutuhkan sentuhan inovasi agar dapat berjalan lebih optimal.
"Sebenarnya dari kami sudah ada rencana pengelolaan sampah ini, mekanismenya juga sudah tergambar. Namun kami diminta mengembangkan inovasi. Adik-adik mahasiswa membantu memberi nama program, memperjelas konsep, sekaligus memberikan solusi terhadap kendala yang kami hadapi," ujarnya.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sarana berupa tempat penampungan sampah terpilah. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI menyediakan tempat sampah khusus bagi sampah plastik, seperti botol dan kaleng, sehingga proses pengumpulan menjadi lebih tertata.
Pelaksanaan PUSARU akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan posyandu setiap bulan. Sampah yang disetorkan warga akan ditimbang dan dicatat berdasarkan jenisnya, kemudian dijual melalui kerja sama dengan LPS Kelurahan STDI. Hasil penjualan akan dikembalikan kepada masyarakat sesuai jumlah sampah yang mereka setorkan.
Meski demikian, seluruh layanan utama Posyandu Angsana, seperti penimbangan balita, pemeriksaan ibu hamil, serta penyuluhan kesehatan, tetap berjalan sebagaimana mestinya.
Salah seorang mahasiswa KUKERTA UNRI, Bambang Saputra, berharap inovasi tersebut mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu sekaligus memberikan manfaat nyata.
"Kami melihat ini bukan hanya tentang pengelolaan sampah, tetapi juga bagaimana masyarakat semakin termotivasi datang ke posyandu. Dengan begitu, manfaat yang diperoleh tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga lingkungan dan ekonomi," ungkapnya.
Program PUSARU dijadwalkan mulai diterapkan pada 7 Agustus 2026. Melalui inovasi ini, Posyandu Angsana bersama mahasiswa KUKERTA UNRI berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, serta memberikan manfaat ekonomi bagi warga Kelurahan Simpang Tetap Darul Ichsan.***