Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Desa Pulau Palas Olah Abon Ikan dan Briket Bernilai Ekonomi

datariau.com
114 view
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Desa Pulau Palas Olah Abon Ikan dan Briket Bernilai Ekonomi

INDRAGIRI HILIR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan dua program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan abon ikan dan pelatihan pembuatan briket di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui inovasi pengolahan hasil perikanan dan pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pelatihan pembuatan abon ikan dilaksanakan pada 15 Juli 2026, sedangkan pelatihan pembuatan briket berbahan dasar tempurung kelapa digelar pada 23 Juli 2026. Kedua kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Ketua Tim Kukerta Berdampak Universitas Riau Desa Pulau Palas, Khairol Akmal, mengatakan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada masyarakat agar mampu mengolah potensi desa menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru.

Baca juga:Mahasiswa FBN UNRI Kenalkan Canva kepada Anak-anak Kelurahan Palas, Tingkatkan Kreativitas dan Literasi Digital


"Melalui pelatihan pembuatan abon ikan dan briket ini, kami ingin memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan saja, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pulau Palas," ujarnya.

Pada pelatihan pembuatan abon ikan, peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, pelaku UMKM, serta masyarakat yang memiliki minat dalam pengolahan hasil perikanan memperoleh materi mengenai teknik pengolahan ikan yang baik agar menghasilkan abon berkualitas dengan daya simpan yang lebih lama.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti praktik pembuatan abon ikan secara langsung dengan pendampingan mahasiswa Kukerta. Seluruh tahapan mulai dari proses pengolahan hingga teknik pengemasan diperagakan agar masyarakat dapat memahami dan menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Warga Tanjung Palas Olah Minyak Jelantah Jadi Sabun Bernilai Ekonomi Lewat Program JESIKA


Salah seorang peserta, Ibu Uje, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai peluang usaha berbasis hasil perikanan.

"Kegiatan ini dapat menambah pengalaman dan sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha. Harapan saya, pelatihan seperti ini dapat terus dilanjutkan sehingga masyarakat dapat memanfaatkannya sebagai peluang usaha dan ke depannya dapat menjadi salah satu mata pencaharian warga setempat," katanya.

Sementara itu, pada 23 Juli 2026 mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI kembali melaksanakan pelatihan pembuatan briket berbahan dasar tempurung kelapa. Pelatihan ini bertujuan mengenalkan pemanfaatan limbah pertanian menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Pasang Spanduk Informasi Koperasi Merah Putih di Kelurahan Palas


Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat briket sebagai energi alternatif, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan briket mulai dari proses penghalusan arang tempurung kelapa, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan menggunakan alat sederhana berupa pipa.

Peserta juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung seluruh tahapan pembuatan briket sehingga mampu memahami teknik produksi yang dapat diterapkan secara mandiri menggunakan peralatan yang mudah diperoleh.

Salah seorang peserta pelatihan, Bapak Rahman, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat karena membuka wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum dimaksimalkan.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


"Kegiatan ini sangat bagus karena dapat membantu masyarakat dalam memajukan perekonomian, khususnya di bidang pertanian. Selain menambah wawasan dan pengetahuan, pelatihan pembuatan briket ini juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi usaha lanjutan. Pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket merupakan sebuah inovasi baru yang memiliki nilai ekonomi dan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat," ujarnya.

Penulis
: Edo Jonathan Manalu
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)