Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Edukasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan POC di Sabak Permai Siak

datariau.com
74 view
Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Edukasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan POC di Sabak Permai Siak

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan program edukasi pemilahan sampah organik dan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah rumah tangga di Desa Sabak Permai, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan sekaligus memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 13 peserta yang terdiri atas ibu-ibu PKK, bapak-bapak, dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI memperkenalkan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta memberikan keterampilan praktis dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan.

Program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Selain memberikan materi mengenai pengelolaan sampah organik, mahasiswa juga mengajak masyarakat memanfaatkan sisa sayuran, kulit buah, dan limbah dapur lainnya sebagai bahan utama pembuatan POC.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Warga Desa Sabak Permai Olah Kotoran Ayam Menjadi Pupuk Kompos Organik


Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan, pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, hingga manfaat pupuk organik cair bagi pertumbuhan tanaman. Edukasi juga mencakup proses fermentasi, teknik penyimpanan, serta cara penggunaan POC agar memberikan hasil yang optimal pada tanaman.

Ketua Kelompok KUKERTA Universitas Riau, Sandi Efendi, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah organik rumah tangga di Desa Sabak Permai.

Menurutnya, sebagian besar limbah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan masih dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan, padahal memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tanaman.

"Melalui program pembuatan pupuk organik cair (POC) ini, masyarakat diharapkan mampu memilah dan memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bernilai guna bagi tanaman. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, mengurangi volume limbah organik yang dibuang ke lingkungan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan," ujar Sandi.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Gandeng BAZNAS dan Pemerintah Kampung Sabak Permai Salurkan Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil dan Lansia


Pelatihan berlangsung secara bertahap dimulai dari pengumpulan bahan baku berupa limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah. Seluruh bahan kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat dan merata.

Selanjutnya, mahasiswa bersama peserta membuat larutan aktivator dengan mencampurkan EM4, molase, dan air hingga tercampur sempurna. Larutan tersebut kemudian dituangkan ke dalam wadah yang berisi limbah organik sambil diaduk agar seluruh bahan tercampur secara merata.

Setelah semua bahan dimasukkan ke dalam wadah fermentasi, wadah ditutup rapat untuk menjalani proses fermentasi sesuai waktu yang dianjurkan hingga menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan. Melalui praktik langsung tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengenai setiap tahapan pembuatan POC sehingga diharapkan mampu menerapkannya secara mandiri di rumah.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan materi hingga praktik pembuatan pupuk organik cair. Berbagai pertanyaan diajukan mengenai teknik fermentasi, kualitas pupuk yang dihasilkan, hingga cara pengaplikasiannya pada berbagai jenis tanaman.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Tidak hanya menyaksikan demonstrasi, peserta juga terlibat langsung dalam memilah sampah organik, memotong bahan, mencampurkan larutan aktivator, hingga memasukkan seluruh bahan ke dalam wadah fermentasi. Praktik tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai cara mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomis sekaligus bermanfaat bagi lingkungan.

Penulis
: Miftahul Jannah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)