BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar kegiatan Senam Sehat Bersama dan Edukasi Minuman Probiotik Tepache di Desa Sungai Batang, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini merupakan upaya mendorong pola hidup sehat masyarakat sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi pengolahan limbah kulit nanas.
Program pengabdian masyarakat yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rina Susanti, S.Sos., M.Si. tersebut bertujuan mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat serta memperkenalkan tepache, minuman probiotik hasil fermentasi kulit nanas yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus potensi ekonomi.
Kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang diikuti secara antusias oleh ibu-ibu dan anak-anak Desa Sungai Batang. Suasana kebersamaan dan semangat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta berupaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat melalui aktivitas fisik yang sederhana, mudah dilakukan, namun memberikan manfaat besar bagi kesehatan.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache dari Limbah Kulit Nanas di Desa Aliantan
Selain sebagai sarana menjaga kebugaran, senam sehat juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan dan silaturahmi antara mahasiswa Kukerta dengan masyarakat setempat.
Usai senam bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sesi edukasi mengenai probiotik tepache, yaitu minuman fermentasi yang diolah dari kulit nanas. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa menjelaskan berbagai manfaat probiotik bagi kesehatan, terutama untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Tak hanya memberikan penjelasan teoritis, mahasiswa juga memperagakan secara langsung proses pembuatan tepache dari limbah kulit nanas yang selama ini umumnya dibuang begitu saja. Melalui inovasi ini, masyarakat diajak untuk melihat potensi limbah organik sebagai bahan baku produk yang bernilai guna, bermanfaat bagi kesehatan, sekaligus memiliki peluang ekonomi.
Baca juga:Baru
Dua Pekan Mengabdi, Mahasiswa KUKERTA UNRI Hidupkan Desa Karya Indah
melalui Program Pendidikan, Kesehatan, dan Digitalisasi
Mahasiswa menjelaskan bahwa apabila dikembangkan secara serius, produk probiotik tepache berpotensi menjadi usaha rumahan yang dapat menambah pendapatan keluarga di desa.
Program ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI, yakni Wulan Kartika Sari, Muhammad Baihaqi, Anisa Fitriani, Syukri Hidayat, Alfatonah, Nur Rahma Safitri, Suci Puspita Dewi, Rista Juita Manurung, Marito Aktavia Silitonga, dan Mohammad Faiz Anugrah.
Di bawah bimbingan DPL Rina Susanti, S.Sos., M.Si., para mahasiswa berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat setelah masa Kukerta berakhir.
Melalui pendekatan yang sederhana, praktis, dan mudah dipahami, mahasiswa berharap masyarakat Desa Sungai Batang mampu mengembangkan inovasi pembuatan tepache secara mandiri serta menjadikannya sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan keluarga.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Dorong Kemandirian Masyarakat Teluk Pambang Melalui Budidaya TOGA dan Pupuk Organik
Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Ibu-ibu dan anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari senam sehat hingga sesi edukasi dan diskusi tentang manfaat probiotik tepache.
Salah seorang warga, Ibu Yeyen, mengaku senang dengan kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa Kukerta UNRI karena memberikan pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami senang sekali dengan kegiatan ini. Semoga tidak berhenti setelah Kukerta selesai. Harapan kami, masyarakat bisa terus membuat probiotik tepache sendiri karena selain baik untuk kesehatan, siapa tahu nantinya juga bisa menjadi tambahan penghasilan untuk warga desa," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 berharap masyarakat Desa Sungai Batang semakin sadar akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat serta mampu memanfaatkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Olah Limbah Kelapa Menjadi Produk Bernilai Ekonomi di Desa Pematang Duku
Pemanfaatan limbah kulit nanas menjadi minuman probiotik diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi limbah organik sekaligus menciptakan produk yang memiliki manfaat kesehatan dan nilai ekonomi. Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen Kukerta Berdampak Universitas Riau dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, serta pembangunan desa yang berkelanjutan.***