Mahasiswa KKN Universitas Riau Serahkan Peta Administrasi dan Peta Titik Danau Koto Kari untuk Dukung Pembangunan Desa

datariau.com
97 view
Mahasiswa KKN Universitas Riau Serahkan Peta Administrasi dan Peta Titik Danau Koto Kari untuk Dukung Pembangunan Desa

KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 secara resmi menyerahkan Peta Administrasi Wilayah Desa Koto Kari dan Peta Titik-Titik Danau Koto Kari kepada Pemerintah Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Selasa (28/7/2026). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada Kepala Desa Koto Kari bersama perangkat desa dan disaksikan masyarakat sebagai bentuk penyerahan hasil program kerja mahasiswa selama menjalankan pengabdian di desa tersebut.

Program penyusunan kedua peta tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung penyediaan informasi spasial yang akurat sekaligus mendokumentasikan potensi wilayah dan kekayaan pengetahuan lokal masyarakat Desa Koto Kari. Kehadiran peta diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, perencanaan pembangunan, hingga pelestarian sejarah kawasan Danau Koto Kari.

Peta Administrasi Wilayah Desa Koto Kari disusun menggunakan data geospasial yang bersumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan dipadukan dengan hasil survei lapangan yang dilakukan mahasiswa KKN. Penyusunan dilakukan secara bertahap melalui proses pengumpulan data, verifikasi kondisi lapangan, hingga penyempurnaan tampilan peta agar mudah dipahami oleh masyarakat.

Baca juga:KKN UNRI Tanam 40 Bibit Pohon Durian dan Jengkol di Danau Koto Kari, Dukung Penghijauan dan Kelestarian Lingkungan


Peta tersebut menampilkan batas administrasi Desa Koto Kari beserta persebaran berbagai fasilitas umum yang ada di wilayah desa, mulai dari kantor pemerintahan, sekolah, rumah ibadah, fasilitas kesehatan, hingga sarana dan prasarana lainnya. Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi wilayah desa, baik bagi masyarakat setempat maupun bagi tamu, investor, peneliti, maupun pihak luar yang membutuhkan data mengenai Desa Koto Kari.

Selain menyusun peta administrasi, mahasiswa KKN Universitas Riau juga menyelesaikan Peta Titik-Titik Danau Koto Kari yang memuat berbagai lokasi penting di kawasan danau berdasarkan informasi yang dihimpun langsung dari masyarakat.

Berbagai titik yang berhasil didokumentasikan di antaranya Tobek Putui, Lubuak Basung, Pulau, Seberang Tobek, Sungai, Jeghet, Anggei, Tobek Janten, Tobek Batino, Sontual, Pelintasan Gaharu, Sungai Tabuang, Komang, Lukuek Balai, Tobek Batu, dan Lilisan.

Seluruh nama tersebut merupakan bagian dari pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Koto Kari. Masing-masing lokasi memiliki cerita, sejarah, maupun fungsi tersendiri yang selama ini dikenal oleh masyarakat sekitar. Namun, seiring perkembangan zaman, pengetahuan mengenai nama-nama lokasi tersebut mulai berkurang, khususnya di kalangan generasi muda.

Melalui penyusunan peta ini, mahasiswa KKN berupaya mendokumentasikan sekaligus melestarikan pengetahuan lokal agar tidak hilang oleh perubahan zaman. Peta tidak hanya menjadi media informasi geografis, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang dapat memperkenalkan kembali sejarah kawasan Danau Koto Kari kepada masyarakat, terutama generasi muda.

Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Bangun Rocket Stove di Desa Koto Kari, Solusi Pengelolaan Sampah Biomassa dan Dukung Pertanian Berkelanjutan


Dengan adanya dokumentasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal potensi wilayahnya sendiri sehingga mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap kekayaan alam dan budaya desa.

Koordinator program menjelaskan bahwa penyusunan kedua peta dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data spasial, wawancara dengan tokoh masyarakat, serta proses validasi agar informasi yang ditampilkan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Setelah seluruh tahapan penyusunan selesai, kedua peta dicetak dalam ukuran besar dan diserahkan secara simbolis kepada Pemerintah Desa Koto Kari sebagai hibah hasil program kerja mahasiswa KKN Universitas Riau.

Pemerintah desa diharapkan dapat memanfaatkan peta tersebut sebagai referensi dalam kegiatan administrasi desa, penyusunan program pembangunan, penyusunan dokumen perencanaan, hingga sebagai media informasi yang dipasang di kantor desa agar mudah diakses masyarakat maupun pengunjung.

Kepala Desa Koto Kari, Wawan, menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa KKN Universitas Riau yang telah menghasilkan karya yang dinilai sangat bermanfaat bagi desa.

Menurutnya, keberadaan kedua peta tersebut akan membantu pemerintah desa dalam memperkenalkan wilayah sekaligus menjaga pengetahuan masyarakat mengenai kawasan Danau Koto Kari.

"Bagus, jadi gampang orang tau tentang desa kita dan apa aja yang desa kita punya. Trus peta titik-titik danau ini yang penting karena nggak semua masyarakat tau nama-namanya," ujar Wawan.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Apresiasi juga datang dari masyarakat yang hadir dalam kegiatan penyerahan. Warga tampak antusias mengamati peta yang telah dipasang dan mulai mencari lokasi-lokasi yang mereka kenal sejak lama.

Beberapa orang tua terlihat menjelaskan nama-nama titik danau kepada anak-anak dan remaja yang hadir, sehingga kegiatan tersebut secara tidak langsung menjadi sarana transfer pengetahuan antargenerasi. Banyak generasi muda mengaku baru mengetahui sejumlah nama lokasi yang selama ini hanya dikenal oleh masyarakat yang lebih tua.

Suasana tersebut menunjukkan bahwa peta tidak hanya memiliki fungsi administratif, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mampu menghubungkan kembali masyarakat dengan sejarah wilayahnya.

Mahasiswa KKN Universitas Riau berharap Peta Administrasi Wilayah Desa Koto Kari dan Peta Titik-Titik Danau Koto Kari dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa maupun masyarakat.

Selain mendukung kebutuhan informasi spasial dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, kedua peta tersebut diharapkan mampu memperkuat pelestarian pengetahuan lokal, menjadi referensi dalam pengembangan potensi wisata Danau Koto Kari, serta mendukung perencanaan pembangunan desa yang lebih terarah, berbasis data, dan berkelanjutan di masa mendatang.***

Penulis
: Pinky Rafisty
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)