PEKANBARU, datariau.com - Upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air sejak usia dini terus dilakukan berbagai kalangan, termasuk perguruan tinggi. Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar penyuluhan bertema Bela Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada anak-anak Panti Asuhan As Salam Nur Hidayah di Jalan Safari No. 5, Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Ahad (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 14.45 WIB tersebut merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan sekaligus bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, dan kepedulian sosial kepada generasi muda.
Penyuluhan dilaksanakan oleh Muhammad Amirul Akbar, Nayla Zahra Ramadhani, Nur Anisa Br. P, Hijratul Munayya, Nazwa Salsya Billa, Arum Citra Mustika, Bella Jovita, Nazla Natarisya, Septi Aulia Sabila, dan Anisa Al Adhawiyah.
Baca juga:Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Gelar Sosialisasi Bela Negara di SMPN 37 Pekanbaru
Kedatangan para mahasiswa disambut hangat oleh pengurus serta anak-anak panti asuhan. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan langsung terasa sejak awal kegiatan. Sebelum memasuki sesi penyampaian materi, mahasiswa terlebih dahulu berinteraksi dan berkenalan dengan anak-anak guna menciptakan suasana belajar yang santai dan menyenangkan.
Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa menjelaskan bahwa bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat pertahanan dan keamanan, melainkan kewajiban seluruh warga negara Indonesia. Semangat menjaga bangsa dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Muhammad Amirul Akbar selaku perwakilan kelompok menjelaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan.
Baca juga:Mahasiswa FEB UMRI Sosialisasi Bela Negara Era Modern di SMKN 7 Pekanbaru
“Bela negara tidak harus selalu identik dengan mengangkat senjata atau berada di medan perang. Sebagai pelajar dan generasi muda, kita dapat menunjukkan rasa cinta kepada Indonesia dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Menurutnya, tindakan sederhana seperti rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga kebersihan lingkungan, menaati aturan, menghargai perbedaan, serta menjaga kerukunan antarsesama merupakan bentuk nyata bela negara yang dapat dilakukan setiap hari.
Selain membahas konsep bela negara, mahasiswa juga mengajak anak-anak panti asuhan untuk memahami pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia. Sebagai negara yang memiliki beragam suku, budaya, bahasa, dan agama, Indonesia membutuhkan generasi yang menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati, dan semangat gotong royong.
Baca juga:Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Bela Negara di SMK Negeri 7 Pekanbaru, Tanamkan Nilai Kebangsaan Sejak Dini
Materi yang diberikan turut menekankan pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak memahami makna kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka.
Pendekatan interaktif menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan tersebut. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi penyuluhan. Mereka aktif mendengarkan materi, menjawab pertanyaan, hingga berdiskusi mengenai berbagai bentuk penerapan sikap bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya menerima materi, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka terkait pentingnya hidup rukun, saling membantu, dan menghargai sesama. Beberapa di antaranya dengan percaya diri berbagi cerita tentang cara menjaga kebersamaan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
Baca juga:Mahasiswa FEB UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Anak Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah
Momen tersebut menjadi bagian yang paling berkesan karena menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan sebenarnya telah tumbuh dalam diri mereka melalui praktik kehidupan sehari-hari.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, mahasiswa Farmasi UMRI juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada Panti Asuhan As Salam Nur Hidayah. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis kepada pengurus panti sebagai wujud solidaritas dan semangat berbagi kepada sesama.
Mahasiswa berharap bantuan yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan anak-anak panti asuhan sekaligus menjadi bentuk nyata implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Kecintaan terhadap bangsa tidak hanya diwujudkan melalui semangat nasionalisme, tetapi juga melalui kepedulian terhadap sesama dan kemauan untuk saling membantu,” ungkap salah seorang peserta kegiatan.
Baca juga:Mahasiswa UMRI Sosialisasikan Nilai Pancasila dan Bela Negara di Panti Asuhan As-Salaam Nur Hidayah Pekanbaru
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak mewarnai interaksi antara mahasiswa dan anak-anak panti asuhan. Gelak tawa serta semangat belajar terlihat menghiasi setiap sesi yang dilaksanakan.
Menjelang akhir kegiatan, mahasiswa memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus semangat menuntut ilmu, tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan, dan berani bermimpi besar untuk meraih cita-cita. Mereka juga diajak untuk terus menjaga sikap positif, menghormati sesama, serta menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Pihak Panti Asuhan As Salam Nur Hidayah menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa Farmasi UMRI yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu, motivasi, dan bantuan kepada anak-anak asuh.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri anak-anak dalam menghadapi masa depan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UMRI berharap nilai-nilai bela negara, semangat persatuan, cinta tanah air, serta kepedulian sosial dapat tertanam kuat dalam diri anak-anak sejak dini. Dengan karakter yang baik, semangat belajar yang tinggi, dan rasa tanggung jawab terhadap sesama, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi penerus bangsa yang cerdas, berintegritas, serta memiliki komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.***
Baca juga:Pelantikan HIMADIKSI UMRI 2026/2027 Berlangsung Khidmat, Pengurus Baru Siap Hadirkan Inovasi