Mahasiswa Kukerta UNRI Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Desa Pangkalan Batang Melalui Pelatihan MPASI

datariau.com
48 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu Desa Pangkalan Batang Melalui Pelatihan MPASI

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 Desa Pangkalan Batang menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan di Desa Pangkalan Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, pada Ahad (13/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh para kader posyandu setempat sebagai upaya meningkatkan pengetahuan mengenai pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang tepat bagi bayi.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari UPT Puskesmas Meskom, yakni Ns. Ari Yanni, AR, S.Kep, bersama dua mahasiswi Kukerta UNRI, Hanifah Cyntiana Helari dan Khairunnisak Maulina. Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pentingnya pemberian MPASI sesuai usia dan kebutuhan gizi bayi sebagai salah satu langkah mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dijelaskan bahwa MPASI mulai diberikan ketika bayi memasuki usia enam bulan hingga 23 bulan, karena pada masa tersebut kebutuhan nutrisi anak tidak lagi dapat dipenuhi hanya dari ASI. Meski demikian, pemberian ASI tetap dianjurkan hingga anak berusia dua tahun dengan pemberian MPASI yang dilakukan secara bertahap, baik dari segi jumlah, tekstur, maupun frekuensi.

Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Gelar GENTING di Posyandu Matahari, Edukasi Cegah Stunting Sejak 1000 HPK


Selain teori mengenai waktu pemberian MPASI, peserta juga mendapatkan materi mengenai tanda-tanda kesiapan bayi menerima makanan pendamping. Beberapa indikator yang dijelaskan meliputi kemampuan bayi duduk tegak, menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, serta mampu membuka mulut ketika disuapi.

Materi pelatihan juga membahas prinsip pemberian MPASI yang benar, yakni diberikan tepat waktu, memenuhi kebutuhan gizi bayi, serta diolah secara aman dan higienis. Para kader turut dibekali pengetahuan mengenai teknik penyimpanan bahan makanan di lemari pendingin agar kualitas pangan tetap terjaga dan terhindar dari kontaminasi bakteri yang dapat membahayakan kesehatan bayi.

Selama kegiatan berlangsung, para kader posyandu tampak antusias mengikuti materi dan aktif berdiskusi mengenai berbagai permasalahan yang kerap dihadapi saat memberikan edukasi kepada para ibu di lingkungan masing-masing. Sesi tanya jawab menjadi wadah bagi peserta untuk memperdalam pemahaman terkait praktik pemberian MPASI yang sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 Dukung Inovasi PUSARU, Posyandu Angsana Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi


Melalui pelatihan ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau berharap kapasitas kader posyandu di Desa Pangkalan Batang semakin meningkat dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki bayi dan balita. Dengan pengetahuan yang lebih baik, kader diharapkan mampu mendampingi keluarga dalam menerapkan pola pemberian MPASI yang tepat sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta membantu upaya pencegahan masalah gizi di desa tersebut.

Penulis
: Tasya Salsabila
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)