KUKERTA UNRI Gandeng RS Awal Bros dan BPD Tandun Barat Gelar Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Cegah Stunting

datariau.com
127 view
KUKERTA UNRI Gandeng RS Awal Bros dan BPD Tandun Barat Gelar Rembuk Stunting, Perkuat Komitmen Cegah Stunting

ROKAN HULU, datariau.com - Upaya percepatan penurunan angka stunting membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Berangkat dari semangat tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Tahun 2026 Desa Tandun Barat berkolaborasi dengan Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tandun Barat menggelar kegiatan Rembuk Stunting bertema "Bersama Memutus Rantai Stunting" di Balai Desa Tandun Barat, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri sekitar 40 peserta yang terdiri atas perangkat desa, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak. Rembuk stunting menjadi wadah edukasi sekaligus forum bersama untuk memperkuat sinergi dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan anak di Desa Tandun Barat.

Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kondisi stunting di desa. Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa saat ini terdapat lima anak yang terindikasi mengalami stunting. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga diperlukan langkah nyata melalui edukasi, pendampingan keluarga, serta penguatan pemenuhan gizi bagi anak sejak dini.

Baca juga:Mahasiswa KKN FISIP UNRI Edukasi Pencegahan Stunting dan Bagikan PMT kepada 40 Balita di Rumbai Bukit


Materi utama disampaikan oleh dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu, dr. Dia Tri Susanti, M.Ked (Ped), Sp.A. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan yang tidak sesuai usia, melainkan juga dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak di masa depan apabila tidak ditangani sejak awal.

Ia juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin melalui posyandu maupun fasilitas kesehatan.

Penyampaian materi mendapat respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta saat sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Baca juga:Mahasiswa FBN Universitas Riau Gelar GENTING di Posyandu Matahari, Edukasi Cegah Stunting Sejak 1000 HPK


Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari pola makan balita yang ideal, kebutuhan gizi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, hingga langkah yang harus dilakukan apabila ditemukan tanda-tanda gangguan pertumbuhan pada anak. Diskusi berlangsung interaktif sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pencegahan stunting.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, panitia juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada lima anak yang terindikasi mengalami stunting. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus menjadi dukungan nyata dalam upaya memperbaiki status gizi anak.

Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan rembuk bersama yang melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa, tenaga kesehatan, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau, dan masyarakat. Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam upaya penurunan angka stunting di Desa Tandun Barat.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Gelar Seminar Edukasi Stunting di Desa Payarumbai, Libatkan Puluhan Ibu dan Anak


Berbagai usulan turut disampaikan, mulai dari peningkatan edukasi kepada calon ibu dan ibu hamil, optimalisasi kegiatan posyandu, pendampingan keluarga berisiko stunting, hingga penguatan koordinasi antarinstansi agar program penanganan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sebagai penutup, seluruh peserta melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai simbol dukungan terhadap percepatan penurunan angka stunting di Desa Tandun Barat. Penandatanganan tersebut menjadi wujud kesepakatan seluruh pihak untuk bersama-sama berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak.

Kepala Desa Tandun Barat, Andestanta, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa Universitas Riau, Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu, dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mendukung program penurunan stunting di tingkat desa.

Penulis
: Najwa Azzahra Rafsanjani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)