SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 35 yang bertugas di Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, melaksanakan program kerja sosialisasi bertema “Anti-Bullying” di tiga sekolah dasar (SD) di wilayah setempat.
Kegiatan tersebut menyasar siswa SD 03, SD 04, dan SD 016 Kampung Buatan II sebagai bagian dari upaya mahasiswa KKN UMRI dalam memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran anak-anak mengenai bahaya perundungan sejak dini.
Sosialisasi di SD 03 dan SD 04 dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Sementara itu, kegiatan serupa dilanjutkan di SD 016 pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Program sosialisasi ini digagas sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindakan bullying di kalangan anak-anak usia sekolah dasar. Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 35 menilai bahwa edukasi mengenai perundungan perlu diberikan sejak dini karena masa sekolah dasar merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai bentuk bullying, baik secara verbal, fisik maupun sosial. Para mahasiswa juga menjelaskan dampak yang dapat ditimbulkan oleh tindakan perundungan, terutama terhadap kondisi psikologis dan perkembangan korban.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman agar berani bersikap ketika melihat atau mengalami tindakan bullying. Mereka juga didorong untuk melaporkan kejadian tersebut kepada guru, orang tua maupun orang dewasa yang dipercaya.
Materi disampaikan langsung oleh mahasiswa KKN UMRI Kelompok 35 dengan menggunakan metode yang interaktif dan disesuaikan dengan usia peserta. Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai pengertian, jenis-jenis serta dampak bullying menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh para siswa.
Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa juga memanfaatkan video edukasi yang menampilkan contoh perilaku bullying serta cara yang tepat dalam menyikapinya. Media visual tersebut membuat materi lebih mudah diterima dan membantu siswa mengenali tindakan perundungan yang mungkin terjadi di lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman terkait interaksi dengan teman sebaya. Sesi tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan.
Antusiasme terlihat dari para siswa di ketiga sekolah yang aktif menyimak materi, menjawab pertanyaan, serta mengikuti rangkaian kegiatan yang diberikan mahasiswa KKN UMRI.
Melalui program tersebut, KKN UMRI Kelompok 35 berharap edukasi anti-bullying dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai pentingnya saling menghargai dan menjaga perasaan sesama.
Mahasiswa juga berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari tindakan perundungan.
Sosialisasi anti-bullying tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 35 dalam mendukung pembentukan generasi muda di Kampung Buatan II yang berkarakter, berani bersikap terhadap tindakan perundungan, serta mampu membangun hubungan sosial yang dilandasi sikap saling menghargai.***
Penulis: Kelompok 35 Mahasiswa KKN 2026 Universitas Muhammadiyah Riau