Mahasiswa KKN FISIP UNRI Edukasi Pencegahan Stunting dan Bagikan PMT kepada 40 Balita di Rumbai Bukit

datariau.com
123 view
Mahasiswa KKN FISIP UNRI Edukasi Pencegahan Stunting dan Bagikan PMT kepada 40 Balita di Rumbai Bukit

PEKANBARU, datariau.com - Dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program FISIP Berdampak Bagi Negeri Universitas Riau menggelar kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disertai edukasi pencegahan stunting di sejumlah Posyandu di Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki balita, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan pola asuh yang tepat sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Selain memberikan penyuluhan secara langsung, mahasiswa juga membagikan leaflet edukasi yang memuat informasi tentang pengertian stunting, penyebab, dampak, hingga langkah-langkah pencegahannya. Leaflet tersebut dibagikan di Posyandu RW 01, RW 02, dan RW 05 agar dapat menjadi bahan bacaan bagi masyarakat setelah kegiatan berlangsung.

Baca juga:Makaru, Inovasi Camilan Daun Ubi Singkong Khas Riau Antarkan Tim Mahasiswi FEB Universitas Riau Raih Pendanaan P2MW 2026


Sebanyak 40 balita menjadi sasaran dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Menu yang diberikan berupa telur rebus sebagai sumber protein hewani dan buah pisang yang kaya vitamin, mineral, serta serat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Pemilihan menu tersebut didasarkan pada kandungan gizinya yang tinggi, mudah diperoleh, terjangkau, serta dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita.



Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam waktu lama. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Kolaborasi dengan Peternak Desa Rawa Bangun, Kembangkan Silase untuk Tingkatkan Produktivitas Ternak


Karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia balita melalui pemenuhan gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan secara rutin di Posyandu, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Ketua Kelompok KKN Program FISIP Berdampak Bagi Negeri Universitas Riau, Mutiara Adinda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung program pemerintah menekan angka stunting.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya para orang tua, semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Edukasi yang kami berikan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, memenuhi kebutuhan gizi anak, serta rutin memanfaatkan layanan Posyandu sebagai sarana pemantauan tumbuh kembang anak," ujar Mutiara Adinda.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Ratusan Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Besar Rohil


Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para orang tua tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif berdiskusi mengenai kebutuhan gizi anak serta berbagai langkah yang dapat diterapkan dalam keluarga untuk mencegah stunting.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Program FISIP Berdampak Bagi Negeri Universitas Riau menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi dan aksi nyata di lapangan.

Penulis
: Nina Karina
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)