KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan aksi penghijauan dengan menanam puluhan bibit pohon di kawasan Danau Koto Kari, Desa Koto Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Minggu (6/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN UNRI dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem kawasan danau.
Sebanyak sekitar 40 bibit pohon yang terdiri dari durian dan jengkol ditanam di sejumlah titik strategis di sekitar Danau Koto Kari. Selain memperkuat tutupan vegetasi, kedua jenis tanaman tersebut dipilih karena memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan setempat serta berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.
Kegiatan penanaman melibatkan mahasiswa KKN Universitas Riau, pemerintah Desa Koto Kari, serta masyarakat setempat yang secara bersama-sama bergotong royong mulai dari persiapan hingga proses penanaman bibit. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan desa.
Baca juga:Mahasiswa
KKN Universitas Riau Bangun Rocket Stove di Desa Koto Kari, Solusi
Pengelolaan Sampah Biomassa dan Dukung Pertanian Berkelanjutan
Sebelum pelaksanaan penanaman, mahasiswa bersama perangkat desa terlebih dahulu melakukan survei lokasi untuk menentukan titik-titik yang dinilai paling sesuai. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lahan, ruang tumbuh tanaman, serta manfaat ekologis yang dapat diberikan bagi kawasan sekitar danau.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat keberhasilan pertumbuhan bibit sekaligus mendukung upaya konservasi lingkungan dalam jangka panjang.
Penanaman pohon di kawasan Danau Koto Kari juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem. Keberadaan pohon-pohon tersebut nantinya diharapkan mampu membantu memperkuat struktur tanah di sekitar tepian danau, mengurangi potensi erosi, menciptakan lingkungan yang lebih teduh, sekaligus mempercantik kawasan yang memiliki potensi sebagai ruang publik dan destinasi wisata desa.
Dengan bertambahnya tutupan vegetasi, kualitas lingkungan di sekitar danau diharapkan semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam 40 Bibit Jengkol dan Kemiri di Sungai Panji Panji, Dukung Penghijauan dan Mitigasi Banjir
Tidak hanya melakukan penanaman di kawasan danau, mahasiswa KKN Universitas Riau juga membagikan sisa bibit pohon kepada masyarakat. Bibit tersebut diberikan sebagai bentuk ajakan agar warga ikut berpartisipasi dalam gerakan penghijauan dengan menanam pohon di pekarangan rumah, kebun maupun lahan kosong yang masih tersedia.
Melalui langkah tersebut, manfaat program tidak hanya terpusat di kawasan Danau Koto Kari, tetapi juga dapat meluas ke berbagai lingkungan tempat tinggal masyarakat.
Kepala Desa Koto Kari, Wawan, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan mahasiswa KKN Universitas Riau. Menurutnya, kegiatan penanaman bibit merupakan program yang memberikan manfaat nyata karena mampu mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memiliki potensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat, Yeri, berharap seluruh bibit yang telah ditanam dapat dirawat secara bersama-sama.
"Program ini sangat bagus karena bukan hanya membuat lingkungan di sekitar danau menjadi lebih hijau, tetapi juga memberikan manfaat ke depan bagi masyarakat. Kami berharap pohon-pohon ini bisa dirawat bersama agar tumbuh dengan baik," ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga bersama mahasiswa bahu-membahu menggali lubang tanam, menempatkan bibit, hingga menutup kembali tanah di sekitar tanaman. Setelah penanaman selesai, masyarakat yang menerima bibit juga menyampaikan rasa senangnya karena memperoleh tanaman produktif yang dapat ditanam di lahan milik mereka.
Partisipasi aktif masyarakat menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memanfaatkan lahan secara produktif melalui penanaman pohon yang bernilai ekonomi.