Karena Pasword Eror, Satu Siswa SMK di Pekanbaru UN Susulan

1.111 view
Karena Pasword Eror, Satu Siswa SMK di Pekanbaru UN Susulan
Kepala Disdik Pekanbaru Zulfadil. (foto: doc)
PEKANBARU, datariau.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru menyatakan ada empat siswa SMA sederajat di Pekanbaru yang melakukan Ujian Nasional (UN) susulan. Satu diantaranya karena kesalahan komputer karena pasword tidak terbaca.

"Tiga orang karena sakit, dibuktikan dengan surat keterangan dokter, tiga orang ini ujian biasa, sementara satu orang ujian komputer," kata Kepala Disdik Pekanbaru Zulfadil, kemarin.

Diterangkan Zulfadil lagi, kesalahan yang terjadi pada pasword satu siswa dari SMKN 1 Pekanbaru untuk mata ujian Bahasa Indonesia. Maka dia hanya ujian satu hari saja karena hanya satu hari yang bermasalah, sementara yang bertiga lainnya ujian tiga hari yang dimulai Senin kemarin sampai hari ini Rabu.

"Siswa tersebut sudah mulai melakukan UN susulan sejak Senin lalu sampai hari ini di lokasi sub rayon yang sudah ditetapkan. UN susulan berbasis komputer ini dilakukan hanya satu hari karena siswa bersangkutan saat hari pertama ikut UN berbasis komputer mengalami kegagalan peralatan," ujarnya.

Kegagalan ini, jelas Zulfadil, dibuktikan dengan tidak berfungsinya komputer yang digunakan siswa tersebut sesuai dengan pasword namanya. "Saat pasword dimasukkan, komputer menjawab anda sudah selesai mengerjakan soal," ujarnya.

Dia mengakui, meski ada proctor selaku teknisi di kelas saat itu, namun tidak dapat menyelesaikan masalah yang terjadi. Akhirnya siswa tersebut dibatalkan untuk mengikuti UN hari pertama, dan diputuskan untuk mengikuti UN susulan.

Kondisi ini hanya berlangsung hari pertama saja, untuk UN hari berikutnya siswa tersebut sudah bisa melanjutkan ikut ujian bersama yang lain. Karena peralatan komputer yang digunakan langsung diperbaiki, sehingga tidak adalagi kendala.

Sementara tiga orang siswa yang mengikuti UN susulan tertulis, mereka berasal dari SMA swasta satu, MA satu, dan SMK satu. "Untuk SMA UN-nya tiga hari, MA dua hari dan SMK satu hari," jelasnya.

Berbicara soal yang diujikan, Zulfadil menambahkan, para siswa tidak lagi menggunakan soal yang sama dengan diujikan saat UN berlangsung kemaren itu. "Mereka memiliki soal UN tersendiri," pungkasnya. (rik)
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)