Menumpang Belajar di Bekas Kantor Dinas PU

Sangat Memprihatinkan, Saat Listrik Padam Siswa SDN 018 Rengat Tidak Bisa Belajar

datariau.com
1.550 view
Sangat Memprihatinkan, Saat Listrik Padam Siswa SDN 018 Rengat Tidak Bisa Belajar
Heri
Murid SDN 018 Rengat tidak bisa beajar saat listrik padam. Karena mereka belajar di bekas kantor Dinas PU Inhu.

RENGAT, datariau.com - Miris melihat kondisi siswa dan guru SDN 018 Rengat Kabupaten Inhu. Mereka belajar dan mengajar di tempat yang sangat sederhana bahkan bisa dikatakan tidak layak.

Sudah 2 tahun lamanya mereka belajar dengan kondisi ini karena bangunan sekolahnya belum kunjung bisa ditempati.

Ragit, seorang siswa Kelas IIIA saat ditanya mengatakan bahwa warga sekolah senantiasa berupaya membuat sekolah ini bersih sehingga bisa dibuat nyaman untuk belajar, apalagi dikhawatirkan ada lipan dan ular serta binatang berbisa lainnya yang bisa saja masuk ke ruangan belajar.

"Sampai saat ini mengenai binatang seperti lipan, kala jengking maupun ular belum pernah kami jumpai, karena tempat ini selalu dibersihkan," katanya, saat berbincang dengan datariau.com di sekolah tersebut, Senin (8/8/2016).

Sementara siswa lain Lalia kelas IVB mengatakan, yang membuat tidak nyaman saat ini ketika arus listrik di bangunan tempat belajar itu mati, maka kondisi ruangan berubah gelap dan proses belajar mengajar pun tidak bisa dilakukan. Karena memang gedung ini didesign bukan untuk ruang belajar, melainkan gedung ini bekas Kantor Dinas Pekerjaan Umum Inhu.

"Bila lampu mati kita sama kawan-kawan satu kelas tidak bisa belajar menulis maupun membaca. Kalau untuk belajar kami tidak merasa terganggu, cuma ternggunya disaat mati lampu," sebutnya dengan lugu.


Suasana belajar mengajar murid SDN 018 Rengat di daam gedung bekas Kantor Dinas PU.

Kepala SDN 018 Rengat Tri Iswanti mengatakan, kondisi belajar di gedung bekas Kantor Dinas PU ini kemungkinan akan dirasakannya selama 4 tahun. Karena gedung sekolah yang ada di depan asrama Kodim Inhu belum tentu selesai dibangun dalam jangka waktu 4 tahun tersebut.

"Untuk itu kita minta pemerintah maupun Dinas Pendidikan dapat membantu meringankan biaya PLN, karena setiap bulannya kita membayar PLN mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dengan menggunakan uang BOS," pungkasnya.

Jumadi, akvitis LSM TOPAN-RI yang juga ikut turun meninjau SDN 018 Rengat mengatakan, pihaknya sangat miris melihat kondisi dunia pendidikan yang ada di depan matanya. Andai saja bupati ada di sana menyaksikan anak-anak belajar di tempat yang tidak layak tersebut, maka tergugahlah hati bupati untuk lebih memperhatikan kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Inhu.

"Kita berharap sekali Bupati, Dinas Pendidikan dan DPRD dapat membuka mata untuk dapat melihat kondisi SDN 018 Rengat saat ini. Ini tempat sangat tidak layak menjadi tempat belajar dan mengajar, untuk itu Bupati, Dinas Pendidikan maupun DPRD agar dapat segera menganggarkan kembali pembangunan SDN 018 Rengat di tahun 2017," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
Tag:SDN 018
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)